Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

CNG 3 Kg & Kompor Listrik: Dua “Penolong” Subsidi Energi yang Masih Terbatas

by Visioner Indonesia
Agustus 23, 2026
in Ekonomi, Energi
Reading Time: 2min read
CNG 3 Kg & Kompor Listrik: Dua “Penolong” Subsidi Energi yang Masih Terbatas

Jakarta, 23 Agustus 2026 – Pemerintah terus berupaya menekan belanja subsidi energi yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dua program andalan yang digadang-gadang menjadi solusi adalah penggantian LPG 3 Kg dengan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram dan konversi ke kompor listrik. Namun, sejumlah ekonom menilai efektivitas kedua program ini masih sangat terbatas untuk meredam lonjakan subsidi dalam waktu dekat .

Tanda Tanya di Balik RAPBN 2027

Meski alokasi subsidi LPG 3 Kg dalam RAPBN 2027 naik 26,22% menjadi Rp114,1 triliun , program CNG tidak tercantum secara eksplisit dalam dokumen Nota Keuangan RAPBN 2027. Sementara itu, program kompor listrik memang disebut sebagai prioritas, tetapi belum disertai target unit dan alokasi anggaran yang jelas .

Ekonom Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa tugas reformasi subsidi LPG 3 Kg justru berada pada rencana evaluasi harga jual eceran (HJE) dan perbaikan distribusi gas melon. Menurutnya, pemerintah masih mengasumsikan beban subsidi LPG tetap tinggi .

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan CNG pengganti LPG 3 Kg akan mulai diproduksi pada Juli 2026 . Produksi CNG ini dinilai berpotensi menghemat subsidi negara hingga 20-30 persen dibandingkan LPG . Teknologi CNG juga diklaim dapat digunakan tanpa mengganti kompor (plug and play) .

Kompor Listrik: Potensi “Pemborosan” bagi Masyarakat Miskin?

Program konversi kompor listrik turut dihidupkan kembali dengan anggaran khusus mencapai Rp815,56 miliar pada 2027 . Program ini diarahkan untuk diversifikasi bauran energi dan mengurangi ketergantungan impor LPG .

Namun, program ini menuai kritik dari pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Menurutnya, kompor listrik membutuhkan daya yang cukup tinggi dan hanya dapat digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas dengan daya listrik di atas 2.200 VA. Sementara itu, banyak masyarakat kelas menengah ke bawah hanya memiliki daya listrik 450 VA hingga 900 VA. Fahmy menilai program ini berpotensi menjadi “pemborosan besar-besaran dari APBN” .

Langkah Alternatif: Pengetatan Distribusi Gas Melon

Fahmy Radhi juga menilai bahwa pengendalian pembelian LPG 3 Kg merupakan langkah yang lebih efektif. Menurutnya, penyaluran LPG subsidi masih kurang tepat sasaran karena sistemnya masih terbuka dan belum ada upaya optimal untuk membatasi pembelian . “Maka memang perlu ada dicari mekanisme yang paling tepat. Jadi misalnya distribusinya tertutup. Hanya dijual kepada orang-orang yang memang berhak memperoleh subsidi,” ujar Fahmy .

Previous Post

Asap Karhutla Kepung Negara Tetangga, Indonesia Perkuat Diplomasi dan Penanganan Darurat

Next Post

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di Sembilan Polda, Terbanyak dari Riau

Related Posts

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan: 1.426 Penerima Manfaat Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif
Ekonomi

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan: 1.426 Penerima Manfaat Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif

Agustus 22, 2026
Iklim Investasi di Titik Terburuk, Guru Besar UI: “Saya Tak Bisa Kasih Nilai Lebih dari 2”
Ekonomi

Iklim Investasi di Titik Terburuk, Guru Besar UI: “Saya Tak Bisa Kasih Nilai Lebih dari 2”

Agustus 22, 2026
Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas
BUMN

Pemerintah Wajib Batasi BBM Orang Kaya, Tahun Depan Jadi Prioritas

Agustus 22, 2026
Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan
BUMN

Ubah Sampah Jadi Rupiah, Program PLN EPI Raup Cuan Hingga Rp1,5 Juta Per Bulan

Agustus 22, 2026
Pemerintah Siap Bayar Utang Kopdes Rp 240 Triliun Pakai APBN, Dicicil Enam Tahun
Ekonomi

Utang Pemerintah Rp10.300 Triliun: Beban Bunga dan Belanja Produktif Jadi Sorotan

Agustus 22, 2026
Aset BUMN Banyak yang Nganggur, Pemerintah Libatkan Swasta untuk Optimalisasi
BUMN

Aset BUMN Banyak yang Nganggur, Pemerintah Libatkan Swasta untuk Optimalisasi

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di Sembilan Polda, Terbanyak dari Riau

CNG 3 Kg & Kompor Listrik: Dua “Penolong” Subsidi Energi yang Masih Terbatas

Asap Karhutla Kepung Negara Tetangga, Indonesia Perkuat Diplomasi dan Penanganan Darurat

Kepala BGN Siap Pecat ASN yang Terbukti Melanggar SOP & Aturan

Menyingkap Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Digerebek, Polisi Sita 360.000 Lembar

90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”

TERPOPULER

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di Sembilan Polda, Terbanyak dari Riau

CNG 3 Kg & Kompor Listrik: Dua “Penolong” Subsidi Energi yang Masih Terbatas

Asap Karhutla Kepung Negara Tetangga, Indonesia Perkuat Diplomasi dan Penanganan Darurat

Kepala BGN Siap Pecat ASN yang Terbukti Melanggar SOP & Aturan

Menyingkap Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Digerebek, Polisi Sita 360.000 Lembar

90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved