Jakarta, 22 Agustus 2026 – BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) sebagai bentuk pendampingan lanjutan bagi pekerja dan ahli waris yang menerima manfaat jaminan sosial. Program ini dirancang agar santunan yang diterima tidak habis untuk konsumsi, tetapi dapat menjadi modal membangun kemandirian ekonomi.
Soft launching nasional PEKA digelar di Bandung, Selasa (18/8/2026), dan diikuti serentak di 45 titik di seluruh Indonesia. Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi masing-masing daerah.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak semestinya berhenti pada pemberian santunan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. “Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi,” ujarnya.
Dari Konsumtif Menjadi Produktif
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan PEKA lahir dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris. “Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” katanya.
Pelatihan yang diberikan beragam, meliputi kewirausahaan, digital marketing dan content creator, kuliner dan tata boga, kerajinan, florist, barista, laundry, tata rias, menjahit, reseller, serta berbagai pelatihan usaha lainnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir Imam Santoso mengatakan PEKA diharapkan mampu mengubah pola pikir penerima manfaat dari konsumtif menjadi produktif. “Kami memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan melihat peluang yang dapat memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

















