Jombang, 27 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-36 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa NU memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan sosial bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Saya yakin NU akan terus menjadi benteng moral dan sosial bangsa. NU telah membuktikan selama hampir satu abad menjadi penjaga keutuhan NKRI,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta muktamar.
Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi NU dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Ia menyebut bahwa pemerintah akan terus mendukung program-program NU yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat dan penguatan pendidikan karakter.
“Kami di pemerintah sangat menghargai peran ulama dan kiai dalam membimbing umat. Tanpa peran mereka, Indonesia tidak akan menjadi seperti sekarang,” tambahnya.
Muktamar NU ke-36 mengusung tema “Menguatkan Peran NU dalam Membangun Peradaban dan Kemanusiaan”. Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk kiai, ulama, dan pengurus NU.
Selain membuka muktamar, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan para kiai dan tokoh NU. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti kemiskinan, radikalisme, dan ketimpangan sosial.
“Kami ingin bekerja sama dengan NU dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Pembukaan muktamar ini menjadi momen penting bagi NU untuk meneguhkan perannya sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan. Muktamar akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dan dijadwalkan akan memilih ketua umum baru untuk periode 2026–2031.






