Jakarta, 14 September 2026 – Mayoritas masyarakat mendukung Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Dukungan tersebut mencapai 75,1 persen berdasarkan survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI).
Dalam survei yang dilakukan pada 23-29 Juli 2026, sebanyak 29,0 persen responden menyatakan sangat setuju jika Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet. Sementara 46,1 persen lainnya mengaku cukup setuju. Dengan demikian, total responden yang menyatakan setuju mencapai 75,1 persen. Adapun masyarakat yang tidak setuju hanya 16,6 persen.
Kepercayaan Publik Masih di Atas 60 Persen
Temuan tersebut muncul ketika tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada di atas 60 persen. Sebanyak 61,4 persen responden mengaku percaya terhadap pemerintahan saat ini, sedangkan 35,9 persen menyatakan tidak percaya.
Di sisi lain, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo juga masih lebih tinggi dibandingkan yang tidak puas. Sebanyak 57,6 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, sementara 40,6 persen lainnya tidak puas.
Sorotan pada Sektor Ekonomi dan Hukum
Survei ASI juga mengukur persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menangani pelemahan nilai tukar rupiah. Hasilnya, 48,0 persen responden menyatakan percaya pemerintah mampu mengatasi pelemahan rupiah, sementara 45,9 persen menyatakan tidak percaya.
Sebelumnya, survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 juga menemukan 51,9 persen publik menilai perlunya dilakukan reshuffle kabinet. Sorotan utama publik tertuju pada sektor ekonomi sebesar 30,8 persen dan sektor hukum sebesar 22,0 persen sebagai bidang yang paling mendesak untuk dirombak.
Reshuffle Keenam Telah Dilakukan
Pada Senin (14/9/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Jabatan tersebut kini diemban oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Ini merupakan reshuffle kabinet keenam yang dilakukan Prabowo sejak menjabat Presiden pada Oktober 2024. Suahasil menyatakan mendapat arahan khusus dari Presiden untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Metodologi Survei
Survei ASI dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dan memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.















