
Jakarta (Visioner) – Peluncuran Green Movement oleh PT Pertamina (Persero) dinilai sebagai langkah awal yang penting dalam mendorong transformasi energi nasional berbasis keberlanjutan. Gerakan ini mencakup inisiatif reforestasi, efisiensi energi, dan kampanye perilaku hijau di seluruh lingkungan kerja Pertamina.
Langkah ini hadir di tengah tuntutan global atas peralihan dari energi fosil menuju energi bersih. Dunia telah bergerak cepat, dan posisi Indonesia dipertaruhkan dalam kompetisi menuju ekonomi hijau. Dalam konteks itu, kehadiran BUMN energi seperti Pertamina untuk mengambil posisi strategis dinilai sangat krusial.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai Green Movement bukan sekadar kampanye lingkungan biasa, melainkan cermin dari arah baru perusahaan energi negara yang ingin keluar dari bayang-bayang masa lalu.
“Pertamina tidak sedang mengganti citra, tapi sedang menguji ulang peran. Ini bukan soal branding, ini soal bertahan di masa depan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, (9/5).
Ia menyebut bahwa selama ini energi nasional terlalu lama bergantung pada cara berpikir lama: pasokan dijaga, lingkungan dikorbankan. Kini, ia melihat tanda-tanda perubahan itu mulai terbuka. Dan pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak, tapi cukup cepat atau tidak.
Romadhon mendorong agar gerakan hijau ini diterjemahkan ke dalam kebijakan dan investasi konkret di sektor energi baru terbarukan, termasuk perluasan riset, penguatan kapasitas SDM hijau, dan kemitraan regional. “Kita butuh lebih dari seremoni. Kita butuh infrastruktur, arah investasi, dan keberanian mengubah portofolio energi,” katanya.
Menurutnya, dunia usaha, terutama BUMN energi, harus keluar dari paradigma lama yang menganggap keberlanjutan sebagai beban. Justru di sanalah peluang ekonomi dan geopolitik masa depan sedang diperebutkan. Siapa yang cepat beradaptasi, dialah yang menentukan peta.
Romadhon juga mengingatkan bahwa publik akan menilai keseriusan Pertamina bukan dari poster kampanye, tapi dari perubahan yang benar-benar menyentuh keseharian. Dari ladang migas ke ladang surya, dari rapat direksi ke praktik lapangan.
“Gagas Nusantara mendukung penuh langkah ini. Bagi kami, Green Movement adalah panggilan untuk menjadikan energi bukan sekadar komoditas, tapi perwujudan tanggung jawab antargenerasi,” pungkasnya.





