Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Telkom & Pandawara: Ajarkan Sungai Tempat Hidup, Bukan Tempat Sampah

by Visioner Indonesia
September 26, 2025
in BUMN
Reading Time: 3min read
0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,– Publik kembali mendapat kabar baik. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggandeng Pandawara Group dalam kegiatan River Clean Up di Sungai Cioray, Bandung. Kegiatan ini bagian dari program GoZero% Goes to Bandung sekaligus memperingati World Clean Up Day (20 September) dan Hari Sungai Sedunia (28 September). Apa hasilnya? Tak main-main, 1.481 kilogram sampah berhasil diangkat dari aliran sungai.

Lebih dari 75 peserta ikut terlibat: manajemen Telkom, karyawan, mahasiswa Telkom University, hingga Pandawara Group yang sudah dikenal luas sebagai gerakan anak muda Bandung dengan pengaruh nasional. Kolaborasi ini membuktikan bahwa urusan sampah tak bisa terus-menerus ditendang ke pangkuan pemerintah. Sungai tak butuh pidato panjang, tapi butuh tangan-tangan yang rela kotor untuk mengangkat plastik dan limbah yang kita buang sendiri.

Dalam aksi ini, Telkom menegaskan bahwa transformasi digital yang mereka jalankan harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan. Inisiatif GoZero% yang mereka usung juga mendukung target Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK): pengurangan sampah 30% dan penanganan 70% pada 2025. Tapi mari jujur, angka-angka itu hanya jadi mimpi di atas kertas kalau masyarakat masih malas memilah sampah rumah tangga. Ironis sekali, kita pandai memainkan gadget canggih, tapi malas mengurus plastik di dapur.

Gagas Nusantara mengapresiasi inisiatif Telkom. “Kita harus belajar dari teladan Telkom. Mereka mengajarkan lewat tindakan, bukan sekadar slogan. Sungai dibersihkan bersama Pandawara, itu artinya ada kepedulian nyata. Tapi peduli saja tidak cukup, publik juga harus berubah. Kalau sungai terus dijadikan tong sampah, semua aksi bersih-bersih akan percuma,” kata Romadhon Jasn kepada awak media, Jumat (26/9/2025).

Faktanya, Indonesia masih mencatatkan diri sebagai salah satu penyumbang sampah plastik ke laut terbesar di dunia, sekitar 3,2 juta ton per tahun (data KLHK 2023). Itu bukan prestasi, tapi aib kolektif. Dan jika dibiarkan, bencana lebih besar dari sekadar banjir musiman akan datang: generasi mendatang mewarisi sungai kotor dan laut penuh sampah.

Romadhon menegaskan, “Ini soal kedaulatan lingkungan. Sungai adalah urat nadi bangsa. Tanpa sungai yang sehat, jangan harap kita bisa bicara soal air bersih, pangan, apalagi masa depan anak cucu. Telkom dan Pandawara sudah menunjukkan jalannya. Pemerintah daerah, sekolah, dan ormas pemuda harus ikut turun tangan.”

Lebih jauh, Telkom lewat aksi ini juga mengingatkan bahwa perusahaan besar tak boleh hanya sibuk mengejar laba, tapi harus menaruh investasi sosial yang nyata. Romadhon menggarisbawahi hal ini: “BUMN sebesar Telkom memberi contoh bahwa tanggung jawab sosial bukan pilihan, melainkan kewajiban. Kalau mereka bisa, kenapa swasta dan masyarakat tidak mau ikut?”

Namun bersih-bersih sungai bukan pekerjaan sehari. Ini maraton panjang yang butuh konsistensi. Evaluasi dan kontrol harus jadi bagian dari gerakan. “Tidak ada perubahan tanpa kebiasaan baru. Kita dorong agar aksi seperti ini dilakukan berulang, bukan sekali lalu berhenti. Konsistensi itu yang akan mengubah wajah sungai-sungai kita,” ujar Romadhon.

Fakta lain menunjukkan, 80% sampah laut di Indonesia berasal dari daratan, sebagian besar dari aliran sungai. Itu artinya, setiap bungkus plastik yang kita lempar sembarangan pada akhirnya akan kembali ke meja makan kita dalam bentuk mikroplastik di ikan dan garam. Aksi Telkom di Sungai Cioray ini bukan hanya soal citra perusahaan, tapi menyentuh persoalan kesehatan publik.

Sebagai penutup, Romadhon memberi pesan lugas: “Publik harus berhenti sinis. Kalau ada aksi yang bagus, dukung. Jangan tunggu sempurna. Telkom dan Pandawara sudah memberi teladan. Sekarang tugas kita melanjutkan dengan partisipasi. Ingat, sungai adalah tempat hidup, bukan tempat sampah.”

Previous Post

Kapolri Bentuk Tim Transformasi, Dukungan Publik Menguat

Next Post

Refleksi Kapolri: Mundur Bukan Pilihan, Reformasi Jalan Terus

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved