
JAKARTA, 28 Oktober 2025,- Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Gagas Nusantara menggelar Diskusi Publik bertajuk “Sumpah Pemuda Energi: Pertamina dan Generasi Bangun Kepercayaan Nasional” di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kebangsaan dan ajakan bagi generasi muda untuk meneguhkan kepercayaan publik terhadap kedaulatan energi nasional.
Diskusi menghadirkan ide dan masukan dari aktivis muda. Mereka menyoroti pentingnya membangun narasi positif di tengah maraknya disinformasi dan kampanye negatif terhadap institusi strategis negara, khususnya di sektor energi.
Rekomendasi diskusi sepakat bahwa energi bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi simbol kedaulatan bangsa. Pertamina sebagai BUMN energi nasional memiliki peran sentral menjaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas negara. Di tengah tantangan global dan tekanan pasar bebas, Pertamina tetap menjadi jangkar kepercayaan rakyat terhadap kemampuan negara mengelola sumber daya strategisnya.
Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama kedaulatan.
“Ketika kepercayaan publik terhadap institusi negara terguncang, maka yang goyah bukan hanya perusahaan, tetapi juga keyakinan bangsa terhadap dirinya sendiri,” ujar Romadhon. Ia menambahkan, Sumpah Pemuda hari ini bukan lagi sekadar bersatu dalam bahasa dan bangsa, tetapi bersatu dalam menjaga kebenaran dan kepercayaan terhadap energi nasional.
Generasi muda, menurut para pembicara, harus mengambil peran aktif dalam menjaga narasi kebangsaan di ruang publik. Mereka bukan hanya pengguna energi, tapi juga pengawal makna energi sebagai simbol keberlanjutan dan kemandirian Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Romadhon Jasn juga menekankan pentingnya peran Pertamina sebagai penopang moral industri nasional.
“Pertamina bukan hanya pengelola migas, tetapi penjaga kepercayaan negara di mata rakyatnya. Keberadaannya adalah manifestasi dari tanggung jawab sosial dan moral sebuah bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.
Diskusi ini juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas generasi untuk memperkuat transparansi dan komunikasi publik di sektor energi. Dengan keterbukaan dan dialog, kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan energi dapat terus diperkuat.
Menutup kegiatan, Romadhon Jasn mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai panggilan moral.
“Mari kita bangun kepercayaan nasional melalui karya dan narasi yang jujur. Menjaga energi berarti menjaga masa depan negeri,” pungkasnya.





