Jakarta, 9 Agustus 2026 – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membuka peta jalan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lima tahun ke depan. Salah satu langkah strategis yang paling dinanti adalah rencana membawa sejumlah perusahaan pelat merah berkapitalisasi besar melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) .
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa banyak entitas BUMN memiliki fundamental dan kapitalisasi pasar yang kuat untuk menjadi perusahaan publik . “Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus yang akan segera IPO. Contohnya masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” ujar Dony dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (5/8/2026) .
Berikut daftar BUMN yang masuk dalam radar IPO Danantara:
BUMN Sektor
PT Pegadaian (Persero) Jasa Keuangan/Pembiayaan
PT Pupuk Indonesia (Persero) Industri Kimia/Pupuk
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo Infrastruktur & Logistik
PT Angkasa Pura Indonesia / InJourney Airports Infrastruktur Transportasi Udara
Sumber: Danantara
Meski daftar kandidat telah disebut, proses IPO ini tidak akan serta-merta dilakukan dalam waktu dekat. Rencana tersebut masuk dalam tahap keempat dari roadmap transformasi BUMN yang berdurasi lima tahun . Pada tahun pertama (2026), fokus utama Danantara adalah konsolidasi dan restrukturisasi portofolio BUMN . Tahun kedua diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia dan budaya perusahaan, sementara tahun ketiga difokuskan pada percepatan inovasi dan integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) .
Memasuki tahun keempat, Danantara akan memasuki fase penciptaan nilai (value creation), di mana opsi-opsi strategis seperti IPO, kemitraan strategis dengan investor, atau mempertahankan status perusahaan tertutup akan dievaluasi dan diputuskan . “Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan,” jelas Dony .
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan valuasi BUMN, tetapi juga memperdalam pasar modal Indonesia dengan menghadirkan emiten-emiten berkapitalisasi besar di BEI, sekaligus menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional .





