Jakarta, 8 Agustus 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026 . Angka ini menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir, turun 0,18 persen poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 430.000 orang menjadi 22,93 juta orang .
Meski secara statistik menunjukkan perbaikan, sejumlah ekonom menilai capaian ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat . Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyebut terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara data statistik dan realita di lapangan yang dirasakan masyarakat .
Salah satu faktor yang turut menekan angka kemiskinan adalah penyaluran berbagai bantuan sosial yang tercatat sebagai bagian dari pengeluaran rumah tangga dalam metode perhitungan BPS. Garis kemiskinan yang relatif rendah, yakni sekitar Rp669.235 per kapita per bulan, membuat tambahan pendapatan dari bansos dapat mengangkat seseorang dari kategori miskin secara statistik .
Kondisi kemiskinan di desa justru menunjukkan tren mengkhawatirkan . Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di perdesaan meningkat, sementara tingkat kemiskinan di perkotaan justru menurun . Dengan tingkat kemiskinan desa mencapai 10,67 persen dibandingkan kota 6,34 persen, jurang antara desa dan kota masih lebar .
Jakarta, 8 Agustus 2026
Biro Pers dan Media



