Surabaya, 9 Agustus 2026 – Indonesia resmi memulai pembangunan kapal selam Scorpene pertama yang diproduksi di dalam negeri. Prosesi pemotongan baja pertama (first steel cutting) yang digelar di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (7/8) menandai tonggak sejarah baru bagi industri pertahanan nasional .
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa pembangunan kapal selam ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian alutsista. “Ini pertama kalinya kita membangun kapal selam dari awal di Indonesia. Di negara-negara ASEAN mungkin kita yang pertama,” ujarnya dalam seremoni tersebut .
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PT PAL Indonesia dan Naval Group asal Prancis, dengan skema alih teknologi (transfer of technology) . Kapal selam yang dibangun adalah varian terbaru Scorpene Evolved, yang lebih modern dibandingkan versi sebelumnya yang telah digunakan sejumlah negara .
Scorpene memiliki panjang hampir 72 meter, sekitar 10 meter lebih panjang dari kapal selam TNI AL sebelumnya. Kapal ini dilengkapi dengan baterai litium-ion generasi terbaru yang memungkinkan daya jelajah lebih lama dan kemampuan menyelam lebih dalam. Dari sisi persenjataan, Scorpene tidak hanya dilengkapi torpedo tetapi juga peluru kendali yang bisa ditembakkan dari bawah air .
Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 96 bulan atau sekitar delapan tahun. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 20,5 persen. TNI AL telah menyiapkan satuan tugas pengawak kapal selam yang secara bertahap dikirim ke Prancis untuk menjalani pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis dan Naval Group .
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan bahwa pemotongan baja pertama menjadi bukti kolaborasi konsorsium berjalan dengan baik. “Hari ini bukan hanya tentang dimulainya pembangunan sebuah kapal selam, tetapi momentum ketika Indonesia membuktikan bahwa kita mampu membangun kemampuan strategis nasional secara berkelanjutan,” ujarnya .
Melalui program transfer teknologi yang mencakup berbagai disiplin, mulai dari sistem lambung, permesinan, hingga sistem persenjataan, Indonesia memperluas penguasaan kompetensi strategis yang sebelumnya belum dimiliki secara utuh. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan kapal selam generasi berikutnya oleh putra-putri terbaik bangsa .




