Jakarta, IndonesiaVisioner-. Prijanto Mantan wakil gubernur DKI Jakarta mengemukakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kecil kemungkinan terhindar dari persoalan pembelian lahan RS Sumber Waras. Prijanto juga meyakini kebenaran hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menunjukkan adanya dugaan pelanggaran korupsi.
“Sangat kecil kemungkinannya Ahok lolos dari jeratan ini, sebab kasusnya sangat jelas. Bahkan, ketika saya terangkan kepada anak SMA pun mereka tahu itu korupsi. Kalau KPK tidak melihatnya malah jadi aneh,” sambung Prijanto, diacara diskusi publik dengan tema “Grand Corruption Ahok dan Para Kartelnya”, di Dunkin Donut Jln. HOS Cokroaminoto 94 Menteng Jakpus Selasa (19/4/2016).
Prijanto mengungkapkan, hasil audit BPK terkait pembelian lahan 3,6 hektare itu memang tidak dapat dipublikasikan. Namun dirinya mengaku sudah membaca laporan hasil pemeriksaan BPK terkait kasus itu.
menurut Prijanto, Dalam laporan itu, lokasi lahan yang dibeli Pemprov DKI tidak terletak di Jalan Kiai Tapa. RS Sumber Waras memang terletak di Jalan Kiai Tapa, tetapi lahan yang dibeli oleh Pemprov DKI berlokasi di Jalan Tomang Raya. Prijanto juga meyakini, lahan itu tidak masuk dalam sertifikat hak guna bangunan (HGB) milik Yayasan Sumber Waras.
“Mari kita jalan-jalan ke Jalan Kiai Tapa, tunjukkan di mana lahan itu berada. Tidak bakal ketemu,” kata Prijanto.
Prijanto mengatakan, laporan itu juga menunjukkan adanya pelanggaran prosedur dalam pembelian lahan. Dia menuturkan, biasaya ada tim pengadaan tanah dalam pembelian lahan. Tim itu bertugas melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan lokasi lahan benar secara fisik dan tidak hanya di atas surat.
“Prosedur seperti perencaan dan tim itu sepertinya tidak ada,” kata Prijanto.
(MR. Vis)






