Visioner.id Jakarta– Mega proyek yang di gadang-gadang oleh presiden Jokowi dodo tampaknya tidak serta merta mengalami kelancaran dalam realita pelaksanaannya, faktanya di KM 5 tepatnya di dusun cilamaya, desa Bakaueni, Kecamatan Bakauei Lampung selatan warga masi menuntut ganti rugi atas pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Aksi warga dalam hal ini medapatkan respon dari Bupati zainudin hasan.
Bupati lampung selatan tersebut secara terang-terangan mendukung langkah sejumlah warga dusun Cilamaya yang melakukan aksi boikot pekerjaa diatas tana milik warga yang belum diselesaikan pembayarannya.
Aksi boikot jalan proyek JTTS tersebut adalah aksi yang kesekian kalinya yang telah dilakukan oleh warga di dusun terbut, sebelumnya warga sempat melakukan aksi kubur diri di lokasi pekerjaan selama 2 hari, bahkan warga sempat melakukan aksi semen badan di dalam tong di depan istana negara dan terakir adala memboikot / melarang pihak pengembang mengerjakan kegiatan pembangunan jalan tol diatas tanah milik warga.
Namun pada Senin (20/6/2016) kemarin bupati lampung selatan mendatangi lokasi dan meminta warga untuk membuka sementara jalur yang diboikot dikarenakan jalur tersebut akan dijadikan jalur alternative untuk mudik lebaran tahun ini.
“Saya sudah sampaikan apa yang menjadi tuntutan warga cilamaya kepada bapak dirjen kemenpu-pera bapak Hediyanto Husaeni kemarin saat beliau datang ke lokasi untuk mengecek perkembangan pekerjaan JTTS, dan beliau bilang kalau akan segera menyelesaikan pembayaran” Ungkap bupati Zainudin, Lampung Selatan.
Zainudin meminta untuk sementara buka blockade yang dilakukan warga.
“Ya saya pun percaya dengan pak dirjen, klo sampai H+20 tidak juga diselesaikan pembayaran saya mendukung warga untuk menutup jalan kembali,” pungkas Bupati lampung selatan tersebut.
Warga menyambut baik pernyataan bupati Zainudin dan membuka jalur yang di blockade di hadapan bupati.(Vis/Jo)






