Jakarta – Ikatan Persaudaraan Mahasiswa Maluku Jabodetabek (IPMMA- JABODETABEK) menggelar konferensi pers sebagai langkah protes terhadap Polda Maluku atas tindakan lambannya menangani proses hukum yang terjadi di Polres pulau ambon dan pulau-pulau lease lorong amalatu desa batu merah kota Ambon pada 3 Januari yang lalu hingga mengakibatkan korban yakni Haldun Somar.
Menurut Ifan Wakano (Sekertaris Bidang Pendidikan & Kemahasiswaan IPMMA- JABODETABEK) menegaskan proses hukum atas insiden tersebut harusnya sudah selesai di tangan kepolisian maluku. Karena kami menilai Polres pulau ambon dan pulau-pulau lease tidak mampu menyesaikan persoalan tersebut. olehnya kami mendesak Polda maluku segera ambil alih kasus tersebut.
“Persoalan ini lambat di tangani polres pulau ambon dan pulau-pulau lease, olehnya kami mendesak polda maluku segera menyelesaikan persoalan tersebut dan tangkap pelakunya untuk diproses secara hukum, kami khawatir hal ini justru menjadi persoalan yang akan berujung konflik antar kampung disana” Ucapnya
Karenanya, mereka IPMMA-Jabodetabek menyatakan sikap, persoalan tersebut harus ditangani dengan tegas, bukan dibiarkan. “Ini Masalaah kriminal dan rentang konflik antar warga di Ambon, Polda Maluku harus bersikap tegas dong” sambungnya lagi
Sebelumnya, Wakano juga menuturkan akan mendatangi Mabes Polri untuk mendesak mabes polri untuk mencopot kapolda Maluku (Irjen pol. Roike lumoa) dan kapolres pulau-pulau lease atas keterlambatannya dalam menangani masalah kriminal di maluku terutama penganiayaan pada 3 januari yang lalu.
“Dalam waktu dekat, kami akan datangi mabes polri juga, karena ini masalah kriminal. Namum Polda Maluku sampai saat ini tidak mampu menyelesaikan persoalan disana, kami akan datangi mabes polri menuntut agar Kapolda Maluku Irjen pol. Roike lumoa di copot dari jabatannya” tegas Ifan setelah konfirmasi persnya di sekretariat IPMMA- JABODETABEK jl. Kayu Ramin Jakarta Timur, Rabu, (23/1/19)
Kami harap, masalah ini di selesaikan segera secara hukum, pelaku segera di tangkap dan di proses dengan tegas, jika tidak kapolda maluku dan polres pulau-pulau lease dengan sikap berani harus turun dari jabatnnya karena tidak mampu menangani maslah kriminal di kota ambon, maluku. Pungkasnya






