
“Perlu diketahui bahwa di Sampang ini 63 persen masyarakatnya adalah petani, ada petani garam ada pula petani jagung,” ujarnya.
“Kami mohon dalam kunjungan hari ini untuk bagaimana kita meningkatkan produktivitas daripada pertanian kita,” sambung dia.
Lebih Lanjut, Slamet Junaidi mengatakan bahwa masyarakat di Kabupaten Sampang terbanyak adalah petani garam.
Dikatakannya, akhir-akhir ini memang harga garam anjlok, artinya harga pokok produksi (HPP) dengan penjualan sudah tidak seimbang.
Akhirnya, sekalipun harga garam anjlok, karena bertani garam adalah pekerjaan setiap hari, maka para petani garam tersebut tetap bertani garam. “Tentunya kalau kita bicara profit, keuntungan, sudah sangat tidak menguntungkan,” tegas dia.
Ia pun berharap, kunker Komisi IV DPR RI di Kabupaten Sampang ini untuk bagaimana mengusulkan program-program nyata untuk masyarakat.
“Dengan hal ini kami mohon dorongannya untuk mendorong bagaimana masalah harga garam di Kabupaten Sampang,” harapnya.
Sementara Pimpinan Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya yakni selain silaturrahmi juga kunker dalam rangka reses persidangan 1 tahun 2019-2020.
“Tujuannya menyerap aspirasi yang diinginkan oleh rakyat menuju perbaikan yang lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan itu, politikus dari Partai NasDem itu mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa buah tangan yang akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang diantaranya, 2000 bibit pohon, 3 motor sampah roda tiga, 1 unit pemusnah sampah, dan 1 unit mesin pres sampah plastik.
“Semoga memberi manfaat bagi masyarakat Sampang,” tandasnya. (*)





