
Visioner.id – Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiagakan 4.500 personel SAR maupun potensi SAR selama masa siaga SAR khusus yang ditetapkan 18 Desember 2019 – 8 Januari 2020. Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI Bagus Puruhito mengatakan personel tersebut diminta untuk siaga selama 24 jam.
“Semua personel kita minta untuk siaga 24 jam dan dapat menjalankan operasi pencarian dan pertolongan dengan aman, cepat, tepat, dan andal. Kami membantu unsur-unsur terkait jalur mudik, daerah wisata, dan rawan bencana bersama Kepolisian, TNI, BPBD, dan stakeholder terkait,” ujar Marsdya TNI Bagus Puruhito saat apel kesiapsiagaan di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).
Dia menyebutkan ada tiga jenis potensi bencana yang berpotensi terjadi selama masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pada akhir tahun ini.
“Tiga potensi bencana yang harus kita waspadai adalah banjir, longsor, dan angin puting beliung. Hal ini dikarenakan saat ini di sejumlah daerah di Indonesia sudah cukup intens memasuki musim penghujan,” tuturnya.
Dikatakannya selama musim hujan beberapa daerah berpotensi rawan terjadi bencana khususnya di area jalur mudik seperti perlintasan kereta, jalan tol, maupun titik-titik jalur laut dan udara karena perubahan cuaca yang dengan cepat berubah.
“Kami melihat ada peningkatan pada 21 & 28 Desember dan 5 Januari. Untuk itu kita siap siagakan 353 pos siaga di 38 kantor SAR di seluruh Indonesia dan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi 115 yang tersedia untuk dihubungi 24 jam,” tandas Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito. (SP/BS/*)





