Puluhan Kader AMK Kawal Ketum PPP Suharso Monoarfa Berkunjung ke Kota Semarang

Puluhan Kader AMK Kawal Ketum PPP Suharso Monoarfa Berkunjung ke Kota Semarang

- in Daerah, PolHum
79
0

Jakarta- Visioner.id, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa menikmati sabtu malam minggu (16/10/2021), ke-Kota Lama Semarang.

Ia ditemani pengurus DPP PPP, pengurus DPW PPP Jawa Tengah, dan pengurus Pimpinan Nasional (PN) Angkatan Muda Kabah (AMK).

Suharso mengatakan, sebelumnya di hari yang sama ia terlebih dahulu bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, KH Fadlolan Musyaffa LC, MA yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP.

“Acara silaturahmi ini diselenggarakan oleh Majelis Syariah DPP PPP. Kami bertemu sebagai keluarga, sebagai umat Islam yang disatukan dalam satu rumah besar, yaitu PPP,” kata Suharso Monoarfa dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu (17/10/2021).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas ini pun bercerita tentang Kota Lama Semarang (Kutha Lama Semarang). Diceritakannya pada abad 19-20 merupakan pusat perdagangan.

“Pada masa itu, untuk mengamankan warga dan wilayahnya di kawasan ini dibangun benteng yang dinamai Benteng Vijhoek,” ucapnya.

“Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang di benteng ini maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai Heeren Straat, yang sekarang bernama Jalan Let Jen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por,” imbuhnya.

Suharso pun mengaku sangat senang dapat menikmati malam minggu di kota bersejarah ini. Ia pun meminta seluruh kader PPP dan AMK untuk menjaga keindahan kota Semarang dengan berbagai destinasi wisata yang indah dan bersejarah.

“Ini aset yang tak ternilai milik masyarakat Semarang dan bangsa Indonesia. Saya meminta seluruh kader PPP, juga para kader AMK untuk menjaganya dengan baik,” tegas Suharso.

Sementara itu, Ketua Umum AMK Rendhika D Harsono mengatakan dirinya sengaja mengajak pengurus PN AMK untuk ikut dan menemani Suharso Monoarfa berkunjung ke Semarang.

“Dengan melihat langsung diharapkan kita bisa mengetahui apa yang harus kita perbuat untuk Semarang,” ujar Rendhika.

Pasca kunjungan ini, lanjut Rendhika, dirinya bersama dengan pengurus PN AMK akan segera membuat program yang langsung menyentuh umat dan masyarakat Semarang.

Katanya lagi, dalam sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa peran Semarang sangat besar. Wilayahnya yang berada di pesisir pantai menjadi pintu perdagangan. Kelebihan ini menjadikan dakwah Islam semakin meluas.

“Banyak bangunan bersejarah, terutama masjid-masjid tua di Semarang menjadi saksi penyebaran agama Islam. Sampai saat ini masjid-masjid tersebut digunakan sebagai pusat ibadah dan dakwah, seperti Masjid Agung Pekojan, Masjid Agung Kauman, dan Masjid Layur,” tutup Rendhika.

Facebook Comments