Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Tanpa Sinyal dan Kamera, Kapten Syafari Buktikan Pengabdian Tulus untuk Santri di Aceh

by Visioner Indonesia
Desember 21, 2025
in Daerah
Reading Time: 4min read

ACEH TIMUR, – Di tengah kepungan banjir yang melumpuhkan Kecamatan Julok pada Rabu (26/11/2025), sebuah kisah ketulusan terukir tanpa sempat terekam lensa kamera. Saat listrik padam dan sinyal komunikasi terputus total, Komandan Koramil 07/Julok, Kapten Arh Syafari, beserta anggotanya menerjang arus deras di Desa Paya Pasi. Fokus mereka hanya satu: menyelamatkan ribuan santri di Dayah Bustanul Huda yang terjebak air bah tanpa jalan keluar.

Kondisi saat itu sangat mencekam. Air sungai yang meluap tiba-tiba membuat kompleks pesantren pimpinan ulama kharismatik Abu Paya Pasi itu terisolasi. Ribuan santri terkurung di tengah kegelapan malam tanpa kepastian. Dalam situasi darurat tersebut, Kapten Syafari tidak menunggu laporan lengkap atau instruksi panjang. Ia memimpin langsung personelnya menembus banjir dengan perahu seadanya demi menjemput para santri yang mulai ketakutan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan melelahkan. Sebagian santri dijemput oleh orang tua yang nekat menerobos banjir, sementara sebagian besar lainnya dievakuasi oleh anggota Koramil menuju titik aman. Bagi santri yang tetap bertahan di lantai dua bangunan Dayah, Kapten Syafari memastikan mereka tidak kelaparan meski harus mengonsumsi makanan seadanya di tengah keterbatasan logistik yang sangat kritis.

“Saat itu kami tidak sempat lagi berpikir untuk mengambil foto atau video untuk laporan. Lampu mati, sinyal tidak ada, dan nyawa manusia ada di tangan kami. Yang kami tahu, anak-anak ini harus selamat,” ujar seorang personel TNI yang mendampingi Kapten Syafari. Aksi tanpa sorotan kamera ini justru menjadi bukti nyata bahwa pengabdian TNI di tanah Aceh lahir dari ketulusan hati, bukan sekadar pencitraan di media sosial.

Tak berhenti di aksi penyelamatan, Kapten Syafari kembali menunjukkan dedikasi luar biasanya pascabencana. Mengetahui sumur warga dan fasilitas Dayah tercemar lumpur, ia berinisiatif menyediakan air bersih secara mandiri. Tak jarang, ia harus mengirim anggotanya menempuh perjalanan jauh ke Kota Idi untuk membeli air bersih demi memastikan kebutuhan dasar warga dan santri tercukupi agar terhindar dari penyakit.

Masyarakat Paya Pasi mengaku sangat terharu dengan kehadiran sosok pimpinan Koramil yang begitu rendah hati ini. Di mata warga, Kapten Arh Syafari bukan hanya seorang komandan, melainkan sosok pahlawan yang hadir di saat paling gelap. “Terima kasih banyak, TNI benar-benar ada di hati kami. Kapten Syafari adalah yang terbaik, beliau menjaga anak-anak kami seperti menjaga anaknya sendiri,” ungkap salah seorang wali santri dengan penuh haru.

Kedekatan emosional ini membuktikan bahwa slogan “TNI Kuat Bersama Rakyat” bukan sekadar kalimat di atas kertas. Di pelosok Aceh Timur, dedikasi Kapten Syafari telah memenangkan simpati mendalam dari masyarakat yang selama ini haus akan sosok pelindung yang nyata. Ketulusannya merangkul ulama dan santri di masa sulit menjadi perekat yang menguatkan kembali ikatan kasih sayang antara tentara dan warga sipil.

Kini, Minggu (21/12/2025), kondisi di Dayah Bustanul Huda mulai berangsur pulih dan kegiatan pengajian rutin telah kembali dimulai. Kapten Syafari tetap memantau perkembangan situasi, memastikan bantuan logistik tetap mengalir bagi para santri yang terdampak. Baginya, tugas seorang prajurit belum usai selama masih ada rintihan warga yang membutuhkan pertolongan di wilayah tugasnya.

Kisah dari Paya Pasi ini menjadi pengingat bahwa kepahlawanan sejati tidak selalu lahir dari publikasi yang megah. Ia lahir dari keberanian seorang pemimpin yang mau turun langsung ke lumpur, bertaruh nyawa di tengah banjir, dan menjemput air ke kota lain demi rakyatnya. Kapten Arh Syafari telah membuktikan bahwa di bawah baret hijaunya, ada hati yang berdegup kencang demi keselamatan rakyat Aceh.

Tags: Aceh timurkapten syafariTNI
Previous Post

“Pembangunan Pasar modern di Kabupaten Alor. Antara Kepentingan Rakyat Atau kepentingan bisnis Pribadi”. Oleh Rajab Bura (Ketua Umum HMI Cabang Alor)

Next Post

Penguatan PLN dan Keadilan Energi di Tengah Transisi Global

Related Posts

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih
Daerah

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Agustus 9, 2026
Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian
Daerah

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Agustus 9, 2026
Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan
Daerah

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Agustus 9, 2026
PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi
Daerah

PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi

Agustus 9, 2026
Kebakaran Bromo Mengganas, TNBTS Tutup Total Akses Wisatawan
Daerah

Kebakaran Bromo Mengganas, TNBTS Tutup Total Akses Wisatawan

Agustus 9, 2026
Polda Metro Tegaskan Jakarta Aman dan Terkendali: Aktivitas Masyarakat Normal, Ekonomi Lancar
Daerah

Polda Metro Tegaskan Jakarta Aman dan Terkendali: Aktivitas Masyarakat Normal, Ekonomi Lancar

Agustus 8, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng

TERPOPULER

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved