
JAKARTA – Ketua Umum Komite Mahasiswa Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas dedikasi dan kerja keras dalam mengawal rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berkat pengamanan yang optimal, seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman, damai, dan kondusif di berbagai wilayah Indonesia.
Edi Homaidi menilai situasi kondusif yang dirasakan publik bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang dan pelaksanaan lapangan yang presisi. Melalui Operasi Lilin 2025, Polri dinilai mampu memetakan potensi kerawanan sejak dini, baik dari aspek keamanan, potensi konflik horizontal, maupun gangguan ketertiban umum yang lazim meningkat pada periode akhir tahun.
“Kami dari KMI memantau langsung bagaimana personel Polri di berbagai daerah bekerja tanpa lelah, bahkan harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan libur tahun baru dengan aman dan nyaman. Koordinasi dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek berjalan solid dan efektif,” ujar Edi Homaidi dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Selain pengamanan umum, Edi juga menyoroti keberhasilan Polri dalam mengelola kelancaran arus lalu lintas di tengah lonjakan volume kendaraan. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan terbukti mampu meminimalisir kemacetan di titik-titik krusial seperti ruas tol Trans-Jawa, pelabuhan penyeberangan, serta akses menuju destinasi wisata utama di berbagai daerah.
Pendekatan humanis aparat di lapangan turut menjadi catatan positif KMI. Menurut Edi, petugas di pos pengamanan dan pos pelayanan tidak hanya menjalankan fungsi penjagaan, tetapi juga aktif membantu masyarakat yang membutuhkan asistensi. Pendekatan ini dinilai memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi.
Dalam konteks pelaksanaan ibadah Natal, KMI memberikan apresiasi atas jaminan keamanan di rumah-rumah ibadah. Sinergi antara Polri, TNI, serta unsur masyarakat dalam menjaga gereja-gereja selama perayaan Natal menunjukkan wajah toleransi dan keberagaman Indonesia yang tetap terawat. “Rasa aman dalam beribadah adalah hak konstitusional warga, dan Polri telah menjalankan amanat tersebut dengan sangat profesional,” tegas Edi.
Edi juga mencatat pemanfaatan teknologi modern dalam pengamanan Nataru 2026 sebagai kemajuan signifikan. Optimalisasi command center, sistem pemantauan digital, serta integrasi kamera pengawas di titik strategis dinilai mempermudah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.
Menutup pernyataannya, Edi Homaidi berharap semangat pengabdian dan kinerja positif Polri ini dapat terus dipertahankan sepanjang tahun 2026. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk terus mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Kesuksesan pengamanan Nataru ini menjadi modal awal yang sangat baik untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional di tahun yang baru,” pungkasnya.





