Perkuat Konsolidasi Gerindra, Dasco Bidik Kemenangan 2029 untuk Lanjutkan Kebijakan yang Dirasa Rakyat

TANGERANG SELATAN — Banten jadi titik tolak. Minggu (1/11/2026), di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sufmi Dasco Ahmad melantik pengurus DPD dan DPC Partai Gerindra se-Provinsi Banten. Bagi Ketua Harian DPP Gerindra itu, pelantikan bukan seremoni rutin. Ia menyebutnya sebagai langkah meneruskan perjuangan menguatkan partai di daerah, jauh sebelum pesta demokrasi berikutnya digelar.

Di hadapan kader yang memadati ruangan, Dasco tidak berbicara soal angka kursi. Ia justru menekankan satu hal yang lebih mendasar: kesatuan arah.

“Kita harus bersatu dan kita harus punya satu tujuan, yaitu memenangkan partai kita dan menyukseskan pemerintahan presiden kita,” ujarnya.

Kalimat itu disambut riuh. Namun bagi Dasco, semangat saja tidak cukup. Pengurus yang baru dilantik diminta segera bergerak, menyusun langkah, dan menyapa warga sejak awal tahun.

“Kepada pengurus DPD dan DPC, Januari, Februari, Maret itu sudah bisa turun ke masyarakat dalam pembagian dapil atau subdapil masing-masing,” tegasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Andra Soni, menangkap arahan itu sebagai pengingat bahwa kerja politik tidak dimulai menjelang pemilu. Ia lantas bercerita tentang pengalaman saat menerima mandat di Pilgub Banten, yang sempat diwarnai keraguan.

“Saat perintah itu datang, ketidakyakinan itu dihilangkan dengan penuh keyakinan dan akhirnya kita menjadi pemenang,” kata Andra.

Kemenangan itu, lanjutnya, bukan hasil keberuntungan. Ia menyebut komitmen dan kerja bersama sebagai faktor penentu. Andra juga memastikan program prioritas Pemprov Banten telah diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, terutama membangun dari desa.

“Kami ada program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera. Sekolah gratis untuk SMA, dan itu sudah dilaksanakan,” ucapnya.

Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, melihat konsolidasi ini dari sisi yang jarang disorot. Menurutnya, yang membuat masyarakat percaya pada pemerintahan Presiden Prabowo bukan janji politik, melainkan kebijakan yang benar-benar dirasakan di tingkat bawah.

“Kami di akar rumput melihat langsung bagaimana program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih mulai menyentuh warga. Itu yang membuat orang percaya,” ujar Romadhon, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, kepercayaan publik tidak tumbuh dari pidato. Ia lahir dari pengalaman sehari-hari, dari hal-hal kecil yang terasa manfaatnya. Karena itu, Romadhon berharap konsolidasi partai tidak berhenti pada kemenangan elektoral, tetapi memastikan kader yang terpilih benar-benar memahami persoalan warga.

“Kalau persiapan politiknya rapi dan niatnya melanjutkan yang sudah baik, insyaallah rakyat tidak ragu memberikan dukungannya lagi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru