
Jakarta – Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/10/2023).
Aksi tersebut menyikapi kasus skandal korupsi BTS-4G yang diberi tema “JIHAD MELAWAN KORUPSI” USUT TUNTAS KORUPSI BTS-4G BAKTI KOMINFO; TANGKAP DAN HUKUM BERAT PELAKU TANPA PANDANG BULU.
Turun langsung bersama massa, Ketua Umum PB Pemuda muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili, beserta pengurus lainnya di depan gedung Kejagung RI.
Dalam keterangannya, Ketum PB Pemuda Muslimin menyikapi fakta persidangan terakhir yang mengungkap peran aktor lain dalam skandal korupsi BTS-4G Kemenkominfo, yang menyeret lembaga negara lain diluar kemenkominfo seperti DPR RI, hingga BPK RI. Menurutnya, hal tersebut sebuah persekongkolan jahat yg menyengsarakan rakyat dan negara.
“Fakta persidangan terakhir di Pengadilan Tipikor Jakpus terungkap peran aktor lain seperti Dito Ariotedjo (Menpora), Nistra Yohan (Staf anggota Komisi 1 DPR RI) & Sodikun (oknum BPK RI),” kata Ketum PB Pemuda Muslimin seperti yang dilansir rilis aksinya, Selasa (3/10/2023).
“Keterlibatan banyak pihak dan lintas sektor dalam skandal ini yang melibatkan institusi negara lainnya merupakan situasi serius dan kronis bagi kondisi keuangan serta ancaman nyata bagi keberlangsungan pembangunan dan pengkhianatan berat terhadap rakyat dan cita-cita negara Republik Indonesia,” tambahnya.
Pemuda Muslimin mengaku prihatin dengan perilaku korupsi yang merajalela saat ini, yang menurutnya sebagai kedzaliman dan kemungkaran yang sangat nyata dipertontonkan oleh para penyelenggara negara.
“Keprihatinan kami selaku pemuda elemen bangsa Indonesia yang tersakiti dengan perilaku korupsi yang merajalela saat ini merupakan kedzaliman dan kemungkaran yang sangat nyata dipertontonkan penyelenggara negara, sehingga tiada kata lain selain wajib bagi kami berjihad untuk melawan dan menyatakan perang terhadap korupsi,” ujarnya.
Ketum PB Pemuda Muslimin juga menilai bahwa pemerintah saat ini telah gagal menjalankan amanah reformasi dalam membentuk pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
“Pemerintahan saat ini telah gagal menjalankan amanah reformasi yaitu membentuk pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta membuktikan janji untuk memberantas korupsi, ternyata hanya isapan jempol belaka yang faktanya jumlah kasus korupsi semakin tinggi dan merajalela mulai dari hulu ke hilir dengan modus yang semakin sistematis dan massive” imbuhnya.
Terakhir, PB Pemuda Muslimin meminta Kejagung untuk mengusut kembali peran Menpora Dito Ariotedjo yang telah Menerima Uang Sebesar Rp. 27 Milyar dan aliran dana kepada pejabat negara lainnya yang tersebut dalam skandal kasus korupsi BTS-4G Kemenkominfo.
“Sesuai fakta persidangan, kami minta Kejagung segera tangkap dan adili Dito Ariotedjo, Oknum Komisi 1 DPR RI yang terlibat, Oknum BPK RI. Usut tuntas Aktor besar dibalik Mega Korupsi BTS-4G, Kami mendukung Kejakgung menuntut Hukuman mati bagi koruptor” tandasnya.
