
Jakarta – Sejumlah Pemuda mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Madura Jakarta melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/10/2023).
Mereka meminta KPK untuk mengusut penggunaan dana Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Madura Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya, yang dinilai tidak pernah turun dapil.
Menurut koordinator aksi, Abdur Rohman, menyebut bahwa Willy Aditya selama menjabat sebagai anggota DPR RI diduga tidak pernah turun dapil untuk melakukan Reses dan bertemu masyarakat.
“Kami punya wakil rakyat, namun diduga tidak pernah turun dapil, lalu kemana dana reses mengalir?! Kami minta ketegasan KPK untuk mengusut dana rese dari Willy Aditya, anggota DPR Ri fraksi Nasdem yang tidak pernah memberikan kontribusi terhadap Madura selama menjabat,” ucap Rohman di depan gedung KPK, Jumat (20/10/2023).
Rohman menilai keberadaan Willy Aditya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura) tidak ada gunanya bagi masyarakat Madura, karena menurutnya, tidak ada kontribusi nyata yang dilakukan untuk masyarakat Madura.
“Willy Aditya yang menjabat anggota DPR dari dapil Madura tidak ada gunanya untuk masyarakat Madura. Apa yang selama ini dia lakukan atau perjuangkan suara-suara masyarakat Madura?! Tidak ada sama sekali. Ia hanya duduk manis setelah terpilih. Hal ini memungkinkan KPK juga harus turun tangan,” terang Rohman.
Untuk itu, Rohman mendesak KPK untuk memeriksa harta kekayaan Willy Aditya sebagai anggota DPR RI, untuk mengukur kerja dan pendapatannya selama menjabat.
“Kami minta KPK juga memeriksan harta kekayaan Willy. Sebagai anggota pastinya menerima gaji dan tunjangan yang cukup besar. Alih-alih menjadi penyambung suara rakyat, dia hanya duduk manis dengan jabatannya. Wakil rakyat yang tidak mewakili suara masyarakat,” tegas Rohman.
