Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dari Perundungan ke Radikalisme: Saatnya Deteksi Dini Jadi Tembok Pertahanan Bangsa

by Visioner Indonesia
Juni 2, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus tragis perundungan yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Indragiri Hulu, Riau, hingga menyebabkan korban jiwa, bukan hanya menjadi alarm bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi masa depan kebangsaan kita.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan tegas menyatakan pentingnya deteksi dini dan respons cepat atas perilaku bullying yang berulang. Namun, persoalan ini bukan berhenti di lingkup sekolah atau keluarga semata.

Perundungan, bila dibiarkan dan tidak ditangani sejak awal, membuka celah bagi masuknya paham-paham ekstrem. Anak yang menjadi korban, apalagi dalam jangka panjang, rentan mengalami luka psikologis yang dalam, kehilangan rasa percaya pada lingkungan sosial, dan dalam beberapa kasus, mencari “pembenaran” atau “pelampiasan” melalui kelompok-kelompok yang menawarkan identitas alternatif, termasuk yang berideologi radikal.

Sebaliknya, pelaku bullying yang tidak dibimbing atau diberi pemahaman nilai-nilai empati dan toleransi, juga berpotensi tumbuh dengan karakter yang keras, tidak peka terhadap penderitaan orang lain, dan mudah terpapar ajaran kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah. Inilah benih radikalisme yang sering kali tidak terlihat sejak dini.

Radikalisme tidak lahir secara tiba-tiba. Ia bertunas dalam tanah yang retak oleh luka sosial, seperti perundungan yang tak tertangani.

Maka, deteksi dini terhadap perilaku bullying adalah langkah preventif yang bukan hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menyelamatkan generasi dari lingkaran kekerasan yang lebih luas.

Kita butuh sinergi antara sekolah, keluarga, dan negara untuk membangun sistem perlindungan yang bukan hanya merespons ketika bencana sudah terjadi, tapi juga mampu membaca tanda-tanda awal.

Membangun ruang aman bagi anak-anak adalah langkah strategis dalam mencegah radikalisme dari akarnya.

Saatnya menjadikan deteksi dini bukan sekadar jargon, melainkan tembok pertama untuk menjaga masa depan bangsa dari api radikalisme yang bisa tumbuh dari luka-luka kecil yang dibiarkan membusuk.

Previous Post

Tumbuhkan Empati, Hentikan Perundungan: Masa Depan Anak Ada di Tangan Kita 

Next Post

Publik Apresiasi Polri: Ekspor 3.200 Ton Jagung dan 18 Gudang untuk Ketahanan Pangan

Related Posts

Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved