Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dari Perundungan ke Radikalisme: Saatnya Deteksi Dini Jadi Tembok Pertahanan Bangsa

by Visioner Indonesia
Juni 2, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus tragis perundungan yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Indragiri Hulu, Riau, hingga menyebabkan korban jiwa, bukan hanya menjadi alarm bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi masa depan kebangsaan kita.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan tegas menyatakan pentingnya deteksi dini dan respons cepat atas perilaku bullying yang berulang. Namun, persoalan ini bukan berhenti di lingkup sekolah atau keluarga semata.

Perundungan, bila dibiarkan dan tidak ditangani sejak awal, membuka celah bagi masuknya paham-paham ekstrem. Anak yang menjadi korban, apalagi dalam jangka panjang, rentan mengalami luka psikologis yang dalam, kehilangan rasa percaya pada lingkungan sosial, dan dalam beberapa kasus, mencari “pembenaran” atau “pelampiasan” melalui kelompok-kelompok yang menawarkan identitas alternatif, termasuk yang berideologi radikal.

Sebaliknya, pelaku bullying yang tidak dibimbing atau diberi pemahaman nilai-nilai empati dan toleransi, juga berpotensi tumbuh dengan karakter yang keras, tidak peka terhadap penderitaan orang lain, dan mudah terpapar ajaran kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah. Inilah benih radikalisme yang sering kali tidak terlihat sejak dini.

Radikalisme tidak lahir secara tiba-tiba. Ia bertunas dalam tanah yang retak oleh luka sosial, seperti perundungan yang tak tertangani.

Maka, deteksi dini terhadap perilaku bullying adalah langkah preventif yang bukan hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menyelamatkan generasi dari lingkaran kekerasan yang lebih luas.

Kita butuh sinergi antara sekolah, keluarga, dan negara untuk membangun sistem perlindungan yang bukan hanya merespons ketika bencana sudah terjadi, tapi juga mampu membaca tanda-tanda awal.

Membangun ruang aman bagi anak-anak adalah langkah strategis dalam mencegah radikalisme dari akarnya.

Saatnya menjadikan deteksi dini bukan sekadar jargon, melainkan tembok pertama untuk menjaga masa depan bangsa dari api radikalisme yang bisa tumbuh dari luka-luka kecil yang dibiarkan membusuk.

Previous Post

Tumbuhkan Empati, Hentikan Perundungan: Masa Depan Anak Ada di Tangan Kita 

Next Post

Publik Apresiasi Polri: Ekspor 3.200 Ton Jagung dan 18 Gudang untuk Ketahanan Pangan

Related Posts

Default

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Juli 29, 2026
DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026
Default

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Juli 4, 2026
Default

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN BERSAMA ANGGOTA MPR RI ZULFIKAR ARSE SADIKIN, S.I.P., M.Si

Juli 2, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA APRESIASI LANGKAH MENTERI IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN DALAM MENDORONG PEMBINAAN WARGA BINAAN MELALUI PROGRAM AMNESTI DAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD

Juli 1, 2026
Default

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Juni 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

TERPOPULER

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved