Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

JAN Apresiasi Sikap Humanis Kapolda Metro Jaya dalam Penangguhan Penahanan Figha Lesmana

by Visioner Indonesia
Oktober 9, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menangguhkan penahanan Figha Lesmana menjadi sorotan publik yang positif. Keputusan ini dinilai bukan sekadar kebijakan hukum, tetapi refleksi dari pendekatan kemanusiaan yang kini mulai menguat di tubuh Polri. Dalam situasi di mana penegakan hukum sering dinilai keras, kebijakan ini menghadirkan keseimbangan antara keadilan dan empati.

Figha Lesmana sebelumnya ditahan karena kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, setelah mempertimbangkan statusnya sebagai ibu dari anak balita dan sikapnya yang kooperatif, penyidik memutuskan menangguhkan penahanannya. Figha juga menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dan berterima kasih kepada Kapolda Metro Jaya serta jajaran penyidik yang memperlakukan proses hukum dengan adil dan manusiawi.

Keputusan ini dipuji banyak kalangan sebagai bukti bahwa Polri mulai menempatkan rasa kemanusiaan sebagai bagian dari hukum itu sendiri. Penegakan hukum tidak lagi dipandang sebagai proses yang kaku dan prosedural semata, tetapi juga sebagai ruang moral yang mengutamakan keadilan substantif.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menilai langkah Irjen Pol. Asep Edi Suheri menunjukkan arah baru dalam wajah kepolisian Indonesia. “Pendekatan humanis dalam kasus Figha Lesmana menunjukkan bahwa Polri bisa tegas tanpa kehilangan empati. Ini bukan kelemahan institusi, melainkan kekuatan moral yang harus diapresiasi,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn, Kamis (9/10/2025).

Di mata publik, kebijakan ini memperlihatkan dimensi lain dari reformasi Polri — bukan sekadar pembenahan sistem, melainkan perubahan nilai dan cara pandang. Polri menunjukkan bahwa ketegasan bisa berjalan berdampingan dengan rasa keadilan sosial. Di sinilah institusi hukum meneguhkan posisinya bukan sebagai alat kekuasaan, melainkan pelindung kemanusiaan.

Dalam konteks yang lebih luas, JAN menilai langkah Kapolda Metro Jaya dapat menjadi contoh bagi aparat lain di seluruh Indonesia. “Setiap kebijakan hukum harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Polri sedang berada di jalur yang benar menuju keadilan yang berperikemanusiaan,” tegas Romadhon.

Pendekatan humanis yang diterapkan Irjen Pol. Asep Edi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. Di tengah derasnya arus kritik dan informasi negatif di media sosial, tindakan semacam ini menjadi penyeimbang. Keputusan menangguhkan penahanan Figha Lesmana dengan pertimbangan etis memperlihatkan bahwa Polri bukan hanya mesin hukum, tetapi juga penjaga nurani publik.

JAN menambahkan bahwa apresiasi publik harus diimbangi dengan dukungan berkelanjutan. “Masyarakat harus melihat perubahan ini dengan optimisme. Kepercayaan terhadap Polri akan tumbuh bila publik ikut menjaga ruang dialog dan tidak terjebak pada sinisme,” kata Romadhon.

Pada akhirnya, kebijakan Kapolda Metro Jaya ini bukan hanya menyelamatkan satu orang, melainkan mengembalikan makna kemanusiaan dalam hukum. Polri menunjukkan wajahnya yang berani bertransformasi tegas dalam prinsip, lembut dalam kemanusiaan. Langkah semacam ini layak menjadi tonggak moral menuju Polri yang lebih dipercaya dan dicintai rakyat.

Previous Post

Skandal Moral dan Nepotisme P3K Di Lembata: Rakyat Desak DPRD Copot Frans Gewura Dari Jabatan

Next Post

Rerun Road to PLN Electric Run 2025: Lari Sambil Memungut Kesadaran

Related Posts

Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved