Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Skandal Moral dan Nepotisme P3K Di Lembata: Rakyat Desak DPRD Copot Frans Gewura Dari Jabatan

by Visioner Indonesia
Oktober 8, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
688
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NTT — Gelombang desakan publik semakin menguat terhadap DPRD Kabupaten Lembata pasca mencuatnya dugaan skandal moral dan praktik nepotisme dalam proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sejumlah elemen masyarakat sipil, mahasiswa, serta aktivis anti-korupsi baik yang ada di Lembata maupun dilur menuntut agar Frans Gewura, salah satu anggota DPRD, segera diberhentikan dari jabatannya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Desakan ini bermula dari berbagai laporan masyarakat yang menilai moralitas pejabat publik tidak sejalan dengan etika dan tanggung jawab jabatan. Selain itu, proses rekrutmen P3K di Lembata disebut sarat nepotisme dan intervensi politik.“Kami menilai ada pelanggaran etika berat dan penyalahgunaan jabatan publik yang mencederai kepercayaan rakyat. DPRD harus berani bersih-bersih, bukan malah melindungi kader bermasalah,” ujar Glen, salah satu aktivis asal Lembata.

Aktivis dari kalangan mahasiswa ini menyoroti lemahnya penegakan Kode Etik DPRD serta minimnya transparansi dalam mekanisme seleksi P3K. Menurutnya, hal ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan bentuk degradasi moral kekuasaan lokal yang berbahaya bagi demokrasi daerah.

“Ketika lembaga perwakilan rakyat tidak lagi menjadi simbol moralitas publik, maka legitimasi politiknya patut dipertanyakan. PAW bukan sekadar hukuman, tapi langkah pemulihan moral politik di Lembata,” pungkasnya.

Selain menuntut pemecatan Frans Gewura, ia juga mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Lembata segera membuka hasil penyelidikan dan melibatkan publik dalam proses etik. Glen menegaskan bahwa pelanggaran moral pejabat publik tidak boleh diselesaikan secara tertutup, sebab rakyat berhak tahu dan menilai. Adapun poin tuntutan yang ditegaskan adalah sebagai berikut :

1. Copot dan PAW Frans Gewura dari keanggotaan DPRD Lembata.

2. Mendesak DPP PDI-Perjuangan untuk mencopot Frans Gewura sebagai Kader Partai.

3. Audit terbuka atas proses seleksi dan penerimaan P3K di Kabupaten Lembata.

4. Reformasi sistem etika dan integritas DPRD, agar tidak menjadi sarang pelindung bagi perilaku menyimpang pejabat publik.

Gelombang kritik ini memperlihatkan bahwa publik semakin kritis terhadap integritas lembaga legislatif lokal. Di tengah krisis kepercayaan terhadap politik daerah, suara rakyat menuntut agar DPRD Lembata tidak lagi bersembunyi di balik kekuasaan, tetapi berani menegakkan etika demi marwah lembaga.

Previous Post

GP Ansor Jaksel: BUMN Mandiri dan Global Bangkit Pasca-Danantara

Next Post

JAN Apresiasi Sikap Humanis Kapolda Metro Jaya dalam Penangguhan Penahanan Figha Lesmana

Related Posts

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026
Default

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Juli 4, 2026
Default

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN BERSAMA ANGGOTA MPR RI ZULFIKAR ARSE SADIKIN, S.I.P., M.Si

Juli 2, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA APRESIASI LANGKAH MENTERI IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN DALAM MENDORONG PEMBINAAN WARGA BINAAN MELALUI PROGRAM AMNESTI DAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD

Juli 1, 2026
Default

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Juni 21, 2026
Default

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Juni 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

TERPOPULER

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved