Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Skandal Moral dan Nepotisme P3K Di Lembata: Rakyat Desak DPRD Copot Frans Gewura Dari Jabatan

by Visioner Indonesia
Oktober 8, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
661
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NTT — Gelombang desakan publik semakin menguat terhadap DPRD Kabupaten Lembata pasca mencuatnya dugaan skandal moral dan praktik nepotisme dalam proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sejumlah elemen masyarakat sipil, mahasiswa, serta aktivis anti-korupsi baik yang ada di Lembata maupun dilur menuntut agar Frans Gewura, salah satu anggota DPRD, segera diberhentikan dari jabatannya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Desakan ini bermula dari berbagai laporan masyarakat yang menilai moralitas pejabat publik tidak sejalan dengan etika dan tanggung jawab jabatan. Selain itu, proses rekrutmen P3K di Lembata disebut sarat nepotisme dan intervensi politik.“Kami menilai ada pelanggaran etika berat dan penyalahgunaan jabatan publik yang mencederai kepercayaan rakyat. DPRD harus berani bersih-bersih, bukan malah melindungi kader bermasalah,” ujar Glen, salah satu aktivis asal Lembata.

Aktivis dari kalangan mahasiswa ini menyoroti lemahnya penegakan Kode Etik DPRD serta minimnya transparansi dalam mekanisme seleksi P3K. Menurutnya, hal ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan bentuk degradasi moral kekuasaan lokal yang berbahaya bagi demokrasi daerah.

“Ketika lembaga perwakilan rakyat tidak lagi menjadi simbol moralitas publik, maka legitimasi politiknya patut dipertanyakan. PAW bukan sekadar hukuman, tapi langkah pemulihan moral politik di Lembata,” pungkasnya.

Selain menuntut pemecatan Frans Gewura, ia juga mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Lembata segera membuka hasil penyelidikan dan melibatkan publik dalam proses etik. Glen menegaskan bahwa pelanggaran moral pejabat publik tidak boleh diselesaikan secara tertutup, sebab rakyat berhak tahu dan menilai. Adapun poin tuntutan yang ditegaskan adalah sebagai berikut :

1. Copot dan PAW Frans Gewura dari keanggotaan DPRD Lembata.

2. Mendesak DPP PDI-Perjuangan untuk mencopot Frans Gewura sebagai Kader Partai.

3. Audit terbuka atas proses seleksi dan penerimaan P3K di Kabupaten Lembata.

4. Reformasi sistem etika dan integritas DPRD, agar tidak menjadi sarang pelindung bagi perilaku menyimpang pejabat publik.

Gelombang kritik ini memperlihatkan bahwa publik semakin kritis terhadap integritas lembaga legislatif lokal. Di tengah krisis kepercayaan terhadap politik daerah, suara rakyat menuntut agar DPRD Lembata tidak lagi bersembunyi di balik kekuasaan, tetapi berani menegakkan etika demi marwah lembaga.

Previous Post

GP Ansor Jaksel: BUMN Mandiri dan Global Bangkit Pasca-Danantara

Next Post

JAN Apresiasi Sikap Humanis Kapolda Metro Jaya dalam Penangguhan Penahanan Figha Lesmana

Related Posts

Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Sempu Bangun Soliditas dan Akselerasi Kinerja Kader Golkar

April 11, 2026
Haji Her Akui Menginap di Grand Hyatt kepada Penyidik KPK
Default

Haji Her Akui Menginap di Grand Hyatt kepada Penyidik KPK

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved