Surabaya, Indonesia Visioner – Dalam kegiatan sarasehan yang digelar oleh Center For Public Policy and Globalization Studies(CP2GS), dihadirkan pula Bupati Sidoarjo, Saifulillah, dalam kesempatan tersebut ia menegaskan tragedi 2006 dialah yang telah melihat kronologi tersebut.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kejadian itu bukan merupakan dampak dari sumur lapindo, karena semburan lumpur tersebut berada 200 meter dari sumur lapindo. Sehingga ia memberikan dukungan terhadap pengeboran migas yang merupakan lambang kesejahteraan rakyat, bahkan ia menegaskan jika warga Tanggulangin menolak adanya pengeboran baru maka Lapindo diizinkan melakukan pengeboran di wilayah tambak miliknya.
“kalau memang warga tetap bersikukuh menolak pengeboran, silahkan saya izinkan Lapindo melakukan pengeboran melalui tambak saya, jika dalam uji geologi memungkinkan” tegas Saifulillah
Disamping itu, Bupati Sidoarjo tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat Tanggulangin tidak tau manfaat yang akan didapat dari pengeboran, hanya saja memang trauma lumpur porong masih terbayang-bayang.(AL-Vis)






