Jakarta, Indonesia Visioner – Memimpin PT Pertamina (Persero) dalam waktu setahun lebih, Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto telah berhasil menorehkan banyak prestasi. Diawali dengan pembubaran PT Pertamina Energi Trading (Petral) hingga mampu menghemat triliunan rupiah.
Saat menjadi pembicara dalam acara Inspirato di Jakarta(7/4/2016) Dwi Soetjipto menegaskan Pertamina adalah sarang mafia, tidak efisien, dan lainnya, termasuk soal Petral. Ia melanjutkan bahwa semua rekomendasi Petral tidak betul.
Dengan pembubaran Petral dan pengoptimlan Integrated Supply Chain (ISC), efisiensi proses pengadaan minyak sangat jauh lebih baik.
“Karena pengoptimlan ISC menjadikan proses pengadaan minyak mencapai US$ 208 juta atau sekitar lebih dari Rp 2,5 triliun pada 2015. Itu bisa menolong perusahaan dengan upaya efisiensi tersebut ketika harga minyak dunia anjlok 60 persen sepanjang 2015” tuturnya
Setelah sukses menghemat US$ 608 juta di tahun pertama,ia melihat potensi lebih besar efisiensi yang dilakukan dari proses pengadaan minyak melalui sistem ISC yang naik kelas dari 2.0 menjadi 3.0 pada pertengahan tahun depan.
“Kalau sudah ada SDM yang kualitas bagus, integritas tinggi, tidak lagi ada mafia-mafia migas. Saya yakin 5-10 tahun lagi kita bisa mandiri di sektor energi,”jelasnya.(AL-Vis)







Comments 1