Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ketika Bahasa Menteri Tergelincir: Antara Palsu, UMKM, dan Persaingan Global

by Visioner Indonesia
Oktober 16, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2min read

JAKARTA, — Ucapan Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang menyarankan pelaku usaha “membuat produk palsu” untuk melawan banjir impor dari Tiongkok menuai polemik. Potongan kalimat itu viral di media sosial dan menimbulkan tafsir luas. Sebagian menilai pernyataan itu tidak pantas, sebagian lagi berpendapat konteksnya hilang dalam potongan video yang beredar.

Dalam forum tersebut, Maman sebenarnya ingin menekankan pentingnya strategi agar produk lokal bisa bersaing. Ia menyebut, pelaku UMKM perlu belajar dari kemasan, tampilan, dan strategi pemasaran produk luar negeri yang lebih unggul. Namun ketika kata “palsu” diucapkan tanpa penjelasan, maknanya berubah dan menimbulkan kesan negatif.

Direktur Eksekutif Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai ucapan itu mencerminkan tantangan komunikasi publik di era keterbukaan. “Maksudnya mendorong semangat kompetisi, tapi kata yang dipilih kurang tepat. Publik sekarang menilai bukan hanya kerja pejabat, tapi juga cara mereka berbicara,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/10).

Menurut Romadhon, semangat yang ingin disampaikan Menteri Maman sebetulnya positif. UMKM memang perlu meniru strategi bisnis dan kualitas produksi negara lain untuk memperkuat posisi di pasar domestik. “Yang perlu ditiru adalah sistem produksinya, bukan mereknya. Kalau produk China bisa murah dan menarik, berarti ada manajemen dan efisiensi yang bisa dipelajari,” katanya.

Namun publik juga punya alasan untuk bereaksi keras. Di tengah kondisi ekonomi yang sensitif dan maraknya isu pemalsuan produk, penggunaan kata “palsu” memiliki beban moral dan hukum yang berat. Pernyataan yang tidak dijelaskan dengan hati-hati bisa disalahartikan sebagai pembenaran terhadap praktik curang.

Gagas Nusantara menilai, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi pejabat publik agar berhati-hati memilih kata. “Komunikasi publik bukan sekadar berbicara di depan kamera. Setiap kalimat bisa membentuk persepsi. Sekali salah ucap, dampaknya bisa lebih luas daripada maksud kebijakannya,” kata Romadhon.

Ia menambahkan, seharusnya Kementerian UMKM lebih fokus pada langkah konkret untuk memperkuat daya saing pelaku kecil: pembiayaan ringan, pelatihan digital, dan dukungan ekspor produk lokal. “Kalimat bisa diperbaiki, tapi nasib pelaku usaha tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Beberapa pengamat menilai, fenomena ini menggambarkan jarak antara bahasa kekuasaan dan bahasa publik. Pejabat berbicara dengan niat menghibur, tetapi rakyat mendengarnya dengan keresahan. Di sinilah pentingnya ketepatan kata: karena yang dinilai bukan niat, tapi dampak.

Romadhon menutup pernyataannya, “Menteri boleh salah kata, tapi jangan salah arah. Kalau tujuannya memperkuat UMKM, tunjukkan lewat kebijakan nyata, bukan ucapan yang mudah disalahartikan.”

Previous Post

Larangan Daging Anjing dan Kucing, JAMMA: Langkah Pramono Menuju Kota Berperadaban

Next Post

Aksi Cepat Polri Selamatkan Korban Penyekapan, Bukti Nyata Polisi Hadir untuk Rakyat

Related Posts

Purbaya Siapkan Rp5 Triliun untuk Penanganan Gempa NTT
Ekonomi

Purbaya Siapkan Rp5 Triliun untuk Penanganan Gempa NTT

Agustus 17, 2026
Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026
BUMN

Emas Antam Naik di Hari Kemerdekaan RI, Jadi “Kado Manis” bagi Investor

Agustus 17, 2026
Rupiah Menguat di Hari Kemerdekaan, Tembus Rp17.793 per Dolar AS
Ekonomi

Rupiah Menguat di Hari Kemerdekaan, Tembus Rp17.793 per Dolar AS

Agustus 17, 2026
Indonesia Juara Cetak Crazy Rich Baru Tercepat, Ke Mana Larinya Uang Mereka?
Ekonomi

Indonesia Juara Cetak Crazy Rich Baru Tercepat, Ke Mana Larinya Uang Mereka?

Agustus 15, 2026
Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes
Ekonomi

Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes

Agustus 15, 2026
Orang Kaya Akan Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
BUMN

Orang Kaya Akan Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Agustus 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Kubu Febrie: Surat Penyitaan Keluar Lebih Dulu dari Penyidikan

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

TERPOPULER

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Kubu Febrie: Surat Penyitaan Keluar Lebih Dulu dari Penyidikan

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved