Jakarta, 1 November 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa sektor swasta merupakan penopang utama perekonomian nasional. Menurut data Kadin, sekitar 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh aktivitas dunia usaha swasta, sementara sisanya berasal dari sektor pemerintah dan BUMN.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan Kadin Economic Forum 2026 di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Menurutnya, angka itu menunjukkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada iklim usaha yang kondusif.
“Kalau kita bicara ekonomi Indonesia, 85 persen ditopang oleh sektor swasta. Artinya, nasib ekonomi bangsa ini sangat ditentukan oleh bagaimana dunia usaha bisa bergerak, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Anindya.
Tiga Tantangan Utama
Anindya menyoroti tiga tantangan utama yang dihadapi sektor swasta saat ini. Pertama, ketidakpastian global yang memengaruhi harga komoditas, nilai tukar, dan arus investasi.
Kedua, hambatan regulasi dan perizinan yang masih dirasakan pelaku usaha, terutama UMKM. Kadin mendorong penyederhanaan prosedur dan kepastian hukum agar dunia usaha dapat bergerak lebih cepat.
Ketiga, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era digital.
Kolaborasi Pemerintah-Swasta
Anindya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menghadapi tantangan tersebut. Kadin, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada dunia usaha dan rakyat.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kadin akan aktif memberikan masukan, mengawal kebijakan, dan memastikan bahwa setiap regulasi yang lahir benar-benar mendukung iklim usaha yang sehat,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat hilirisasi, digitalisasi UMKM, dan pengembangan ekonomi hijau sebagai sektor-sektor yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru.
Apresiasi Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi peran Kadin dan sektor swasta. Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa tanpa dukungan dunia usaha, target pertumbuhan ekonomi sulit tercapai.
“Kami mengakui kontribusi besar sektor swasta. Pemerintah akan terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan insentif yang tepat, dan memastikan stabilitas ekonomi terjaga,” ujar Airlangga.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan global, termasuk tekanan geopolitik yang memengaruhi harga energi dan pangan.
Harapan ke Depan
Anindya berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijalankan bersama pemerintah. Kadin, katanya, akan terus mengawal implementasi kebijakan dan memastikan bahwa sektor swasta tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
“Kalau sektor swasta kuat, ekonomi Indonesia akan kuat. Kalau ekonomi kuat, kesejahteraan rakyat akan meningkat. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
















