Jakarta, IndonesiaVisioner-. Aliansi Komite 1 Mei menyebut kepemimpinan Jokowi-JK sebagai babu kapitalis. Hal ini disampaikan M. Yusuf, Ketua Umum Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN) dalam orasi politiknya di depan istana merdeka, (Minggu, 01 Mei). “Rezim Jokowi-JK adalah babu kapitalis”, ungkapnya. Hal ini menurutnya berangkat dari ketidakseriusan pemerintahan Jokowi-JK dalam memperhatikan nasib kaum buruh yang ada di Indonesia.
“Pemerintah lebih cendrung untuk berkonspirasi dengan pemilik modal, lalu tidak memperhatikan kondisi kesejahteraan kaum buruh.”
Karena itu ia mengajak segenap masa aksi untuk bersama-sama melawan kepemerintahan yang pro kapitalis tersebut.
Sementara itu, Lodovitus Elmo Roe, presidium gerakan kemasyarakatan Pengurus Pusat PMKRI yang mewakili kelompok mahasiswa mengajak seluruh kaum buruh untuk berjuang bersama-sama menghancurkan kemapanan sistem kapitalisme yang ada di Indonesia, yang mengorbankan hak-hak kaum buruh.
“Kami sebagai mahasiswa akan mendukung penuh perjuangan kawan-kawan buruh dalam merebut hak-haknya yang selama ini ditindas kaum pemilik modal”, demikian Elmo dalam orasi politiknya.
Selain itu, Komite 1 Mei mendorong demokrasi yang seluas-luasnya demi pembagian kekayaan nasional yang adil untuk kaum buruh dan rakyat. Hal ini berangkat dari sistem politk demokrasi yang hanya menguntungkan segelintir orang. Karena itu, aliansi tersebut mendorong untuk menghancurkan sistem tersebut dengan mendemokratiskan tenaga produktif manusia dan sarana-sarana produksinya di tangan rakyat pekerja dan masyarakat.
Karena itu, dalam selebaran yang dibagikan, Komite 1 Mei mengajak seluruh kaum buruh yang ada di Indonesia untuk tampil sebagai pemberi solusi bagi masalah-masalah rakyat Indonesia sekaligus menyerukan persatuan kaum buruh seluruh dunia. Seruan ini menjadi penting ditengah potensi konflik sesama buruh yang dilahirkan kapitalisme mealalui peperangan, migrsi dan perdaganagan bebas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Komite 1 Mei tergabung dari ke 19 organ gerakan, yakni SGBN, GSPB, SEDAR, SBMI, PEMBEBASAN SEBUMI, SOLNET, SGMK, SAFENET, SPRI, SEMAR UI, PMKRI, KPRI JAKARTA, LBH JAKARATA, PPR dan KPO-PPR. (MR. Vis)


