Jakarta, 28 Agustus 2026 – Ketua DPR RI Puan Maharani merespons pernyataan kontroversial Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai potensi percepatan Pemilu 2029. Puan menegaskan bahwa pelaksanaan pemilu harus mengikuti aturan konstitusi yang berlaku, yakni setiap lima tahun sekali .
“Sesuai dengan konstitusi, pemerintahan itu berjalan sesuai undang-undangnya per 5 tahun. Jadi ikuti konstitusi yang ada,” ujar Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026) .
Video Budi Arie Viral
Pernyataan Budi Arie sebelumnya beredar melalui video berdurasi 1 menit 47 detik yang diambil dalam pertemuan dengan para relawan. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie yang duduk di samping Presiden ke-7 Joko Widodo menyampaikan analisisnya tentang kemungkinan perubahan jadwal Pemilu 2029 .
“Saya punya insting, ini lebih cepat dari 2029,” ujar Budi Arie dalam video tersebut . Ia juga menantang para relawan untuk memenangkan pilihan politik Jokowi jika pemilu dipercepat .
Budi Arie Minta Maaf
Menanggapi polemik yang ditimbulkan, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak melibatkan pihak lain, termasuk Joko Widodo .
“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” ujarnya .
Spekulasi Percepatan Pemilu 2029
Selain Puan, Gerindra dan PSI sebelumnya juga menolak dikaitkan dengan pernyataan Budi Arie. Partai Gerindra menegaskan fokus mengawal program Prabowo-Gibran, sementara PSI menyatakan Budi Arie bukan bagian dari partai mereka.






