Malaysia, 22 Agustus 2026 – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, kini semakin parah dan menyelimuti negara bagian Sarawak, Malaysia. Untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, pemerintah setempat mengambil langkah darurat dengan menutup total 591 sekolah .
Penutupan besar-besaran ini berdampak pada hampir 200.000 siswa. Rinciannya, sebanyak 509 sekolah dasar dengan 107.590 murid dan 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa terpaksa diliburkan . Kebijakan ini berlaku untuk 10 distrik di Sarawak, termasuk Kuching, Padawan, dan Serian, di mana kualitas udara berada pada kategori “sangat tidak sehat” .
Seorang pejabat dari Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa dari risiko paparan udara yang tidak sehat . Selama masa penutupan, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah (PJJ) .
Situasi ini memaksa Malaysia untuk mengambil langkah diplomatik. Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan akan mengirim surat resmi kepada Indonesia dan membawa persoalan ini ke Sekretariat ASEAN . Langkah ini diambil untuk mengoordinasikan penanganan karhutla melalui mekanisme kerja sama regional ASEAN yang sudah ada .






