Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye mendesak negaranya untuk kembali ke kondisi normal akibat mewabahnya MERS. Saat ini korban yang terkena wabah ini mencapai 150 korban, di antaranya 16 korban tewas.
“Saya minta para pengusaha untuk melanjutkan investasi, kegiatan produksi dan manajemen seperti biasanya dan meyakinkan konsumen untuk tidak ragu-ragu membelanjakan uangnya,” ujar Park.
Park menyaksikan anjloknya dukungan publik hingga di bawah 35 persen pekan ini, menurut sebuah jajak pendapat Realmeter. Park sempat enggan mengumumkan nama rumah sakit tempat korban MERS, sehingga menimbulkan kecemasan warga Korsel. Akibatnya, pemerintah Korsel dikritik di awal terjadinya wabah.
WHO turut mendesak komunikasi yang lebih baik dari pemerintah Korsel untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat dalam upaya memusnahkan wabah secara lokal maupun internasional. Turunnya kepercayaan tersebut merupakan akibat lemahnya respon dari pemerintah Korsel terhadap wabah ini.
Kementerian Kesehatan Korsel sendiri mengungkapkan saat ini ada empat rumah sakit ditutup total sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran penyakit MERS. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut MERS adalah wabah yang “meluas dan kompleks”.
Kementerian Kesehatan telah mengambil respon karantina terhadap lebih dari 5 ribu orang yang terkena virus MERS di sebuah rumah sakit di Seoul. Menanggapi fenomena ini Pusat Kesehatan Samsung mengatakan telah menangguhkan semua pembedahan yang tidak bersifat darurat dan tidak akan menerima pasien baru.
Wabah MERS Akibatkan Turis Batal Berkunjung
Di Sekolah Dasar Myoungin di kota Suwon di selatan Seoul, para guru memeriksa suhu tubuh murid-murid mereka dan memulangkan siapapun yang mengalami demam. WHO juga menyarankan agar sekolah kembali dibuka karena sekolah tidak terkait dengan penularan virus MERS di Korsel atau dimana pun.
Akibat wabah MERS ini lebih dari 108 ribu turis membatalkan kunjungannya ke Kosel sejak awal terjadinya wabah. 75 persen di antaranya turis tersebut berasal dari Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan. Menurut Kementerian Kebudayaan Korsel, wabah MERS tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga musim panas. (Helmi Kautsar Rahesta / AP)




