Api melalap sembilan rumah di Jalan Kembang 5 RT 10 RW 03, Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (15/6) pukul 17.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) DKI Jakarta, John mengungkapkan, total mobil pemadam yang diturunkan berjumlah 32 unit untuk memadamkan api di lokasi kebakaran.
“26 unit dari DPK Jakarta Pusat, dua unit dari DPK Jakarta Timur, dan empat unit mobil penyelamat,” terang John di lokasi.
Pihak pemadam kebakaran masih menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan sumber kebakaran yang berasal dari kompor gas. Dugaan tersebut diperkuat dari ketua RT 10, Rustam, membenarkan bahwa kebakaran yang berasal dari kompor gas salah satu rumah warga.
“Saat sedang memasak, warga itu pergi dan tidak mengawasi kompor gasnya,” kata Rustam.
Pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik sisa kebakaran hingga pukul 19.45 WIB. Rustam menambahkan, warga yang rumahnya hangus terbakar, sementara mengungsi di madrasah sebagai posko pengungsian.
“Para korban mengungsi di Madrasah Diniyah Takmiliyah Citra Syuhada Asri yang berlokasi di Jalan Kramat Kwitang II E Kembang 5 No. 1 RT 10/RW 3, Kelurahan Kwitang,” papar Rustam.
Rustam melanjutkan, warga di pengungsian akan mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk tiga hari ke depan.
“Bantuan berupa makanan, air dan kebutuhan lainnya,” ujar Rustam.
Sementara menurut Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Citra Syuhada Asri, Amir mengatakan, pihaknya siap menampung para warga yang rumahnya menjadi korban si jago merah.
“Gedung ini terdiri dari dua lantai yang masing-masing berukuran 8 x 6 meter. Kapasitasnya bisa menampung sekitar 60 orang,” tutup Amir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas PLN terlihat sedang memperbaiki aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. (Erry Dwi / AP)


