Visioner.id Jakarta- Dalam upaya optimalisasi sumber-sumber energi Gagas Nusantara sebagai organisasi pemuda mengadakan diskusi energi bertemakan “Penguatan Peran BUMN Dalam Mengoptimalkan Energi di Hotel Alia Jakarta, Rabu (31/8).
Diskusi dengan moderator Yayuk (Gagas Nusantara) ini menghadirkan pembicara Panas Bumi Di Indonesia. Hadir sebagai pembicara Ir. Yunus Saefulhak, MM., MT (Direktur Panas Bumi EBTKE), Ali Mundakir, (Direktur Operasi PGE) dan Aditya iskandar (Pengamat Energi Suropati). Meski sebelumnya akan dihadiri Ir. Satya Widya Yudha, M.Sc (DPR RI Komisi VII) batal karena ada raker dengan menteri di DPR.
“Wacana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis panas bumi, oleh PT PLN (Persero) berpotensi mematikan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya di sektor panas bumi,” Ungkap Aditya, saat persentasi.
Aditya melanjutkan, kita harus tahu kerja dari corporate BUMN ini bagaimana sebaiknya mentri BUMN Rini Soemarno tidak melemparkan wacana tersebut ke publik sebelum ada kajian yang mendalam tentang akuisisi saham yang keduanya (PGE dan PLN) di bawah kebijakan Mentri.
“Percepatan Pengembangan Energi Panas Bumi untuk Mendukung Realisasi Proyek 35 Ribu Megawatt sangat bagus tapi bukan dengan cara yang tidak sesuai dengan hitungan yang rigid,” katanya.
Menurut Aditya, perusahaan-perusahaan yang tertarik di bisnis panas bumi, sebagian besar adalah perusahaan minyak karena memiliki kesesuaian karakter dan kompetensinya di sektor hulu.
“Jadi saya sendiri belum mengerti keinginan PLN yang mau mengakuisisi PGE,” Tutupnya.

