Jakarta, Visioner.id– PT Pertamina (Persero) bakal menggelar project expose untuk mencari mitra pembangunan New Grass Root Refinery (NGRR) atau kilang minyak di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengungkapkan akan mengudang 37 perusahaan internasional serta lebih dari 20 penjual migas internasional untuk menghadiri acara tersebut.
“Kami cari mitra dari 37 perusahaan kelas dunia, yang pasti punya kemampuan bangun kilang,” kata Wianda, dalam pemaparan kinerja 2016, di Jakarta, Senin, (13/2).
Akhir bulan ini, lanjutnya, seleksi partner pembangunan NGRR di Kota Bontang akan dimulai. Sementara, keputusan pemilihan mitra ditargetkan pada April 2017 mendatang. “Maret sudah masukin proposal, April kita umumkan. Karena kita didorong target juga,” pungkasnya.
Jika ada peminat serius menjadi mitra pembangunan kilang anyar tersebut, kata Wianda, Pertamina bakal melakukan seleksi secara intensif, dengan mempertemukan para CEO masing-masing lembaga. Dalam pertemuan itu, Pertamina akan menanyakan secara riil dan konkrit mengenai komitmen mitra peminat.
Pertamina menganggap pembangunan kilang minyak di kota gas dan kondensat tersebut merupakan proyek yang besar dan strategis. Sehingga Pertamina memiliki kriteria, beberapa di antaranya berpengalaman dalam membuat dan mengoperasikan kilang, memiliki kilang sendiri, membangun kilang di negara lain dan membawa nilai tambah bagi mitra.
“Ini proyek strategis Pertamina, kembali bangun kilang baru. Dia harus bawa teknologi dan juga memiliki kemampuan untuk trading. Jadi kalau mau kerja sama harus tahu dengan partner yang baik, dia akan memberikan nilai tambah,” ungkapnya.
Untuk lahan kilang Bontang, saat ini sudah tersedia 460 hektare lahan milik negara yang dimanfaatkan dengan mekanisme sewa, pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. “Skema ini sudah banyak kami lakukan,” katanya.
Kilang Bontang yang terletak di Kalimantan Timur, jika sudah beroperasi ditargetkan bisa memproduksi 300 ribu barel per hari. Sedang bahan bakar yang bisa diproduksi merupakan bahan bakar kualitas euro 5.
Pertamina menargetkan pembangunan kilang Bontang bisa beroperasi pada tahun 2023. Sementara investasi yang dibutuhkan untuk membangun kilang ini, diperkirakan mencapai angka US$ 13-15 miliar. (Don/Vis)

