
Jakarta – Pertamina, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis, merayakan usianya yang ke-67 tahun. Selama perjalanan panjang ini, Pertamina telah menjadi pilar utama ketahanan energi nasional sekaligus pemain penting dalam upaya Indonesia menuju swasembada energi. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon, memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan mendorong langkah strategis Pertamina ke depan.
Apresiasi atas Capaian Pertamina
Menurut Romadhon, perjalanan 67 tahun Pertamina membuktikan peran vitalnya dalam pembangunan nasional. “Pertamina adalah tulang punggung energi bangsa. Dengan berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan, Pertamina terus mendukung ketahanan energi nasional, bahkan di tengah tantangan global seperti pandemi dan krisis energi,” ujar Romadhon, Rabu (18/12/2024).
Ia menyoroti langkah-langkah Pertamina dalam mendukung kemandirian energi melalui pengembangan kilang minyak domestik, eksplorasi sumber energi baru, serta implementasi energi terbarukan. “Pertamina berhasil menunjukkan bahwa transformasi energi bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi agenda nyata yang terus berkembang,” tambahnya.
Langkah Menuju Swasembada Energi
Romadhon menekankan pentingnya akselerasi menuju swasembada energi sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia mandiri. Menurutnya, Pertamina memiliki peran kunci dalam merealisasikan visi ini melalui beberapa langkah strategis, seperti:
1. Penguatan Infrastruktur Energi
Peningkatan kapasitas kilang dan pembangunan fasilitas distribusi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
2. Pengembangan Energi Terbarukan
Investasi di bidang energi bersih seperti biodiesel, solar panel, dan hidrogen.
3. Optimalisasi Cadangan Migas
Meningkatkan eksplorasi dan produksi migas di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
4. Digitalisasi Operasional
Transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi pengelolaan energi.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski begitu, Romadhon juga mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi Pertamina ke depan. Mulai dari fluktuasi harga minyak global, peralihan ke energi terbarukan, hingga isu keberlanjutan lingkungan. Ia berharap Pertamina dapat terus beradaptasi dan menjadi pelopor dalam inovasi energi.
“Pertamina harus memimpin perubahan menuju energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Di sisi lain, tetap menjaga kestabilan pasokan energi untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional,” katanya.
Panggilan untuk Kolaborasi
Romadhon juga menekankan perlunya kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mencapai swasembada energi. Ia menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam program efisiensi energi.
“Transformasi energi tidak bisa dilakukan sendirian. Semua pihak harus terlibat aktif dalam mendukung Pertamina, baik melalui kebijakan yang adaptif maupun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan usia yang ke-67, Pertamina tidak hanya menjadi simbol ketahanan energi nasional, tetapi juga harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. “Pertamina harus terus menjadi pemimpin dalam sektor energi, membawa Indonesia ke arah kemandirian yang sesungguhnya. Ini adalah tugas besar, tetapi juga merupakan peluang besar,” pungkas Romadhon.





