Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

JAN Kritisi Pengesahan Kepengurusan PMI oleh Menteri Hukum: Pemerintah Harusnya Adil

by Visioner Indonesia
Desember 20, 2024
in HUKUM
Reading Time: 3min read
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menyampaikan kritik tajam terhadap langkah Menteri Hukum Supratman Andi Agtas yang mengesahkan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) di bawah Jusuf Kalla (JK). Keputusan ini dianggap tidak mencerminkan prinsip keadilan dan mengabaikan upaya mediasi yang sebelumnya dijanjikan untuk menyelesaikan konflik internal PMI. JAN menilai langkah ini sebagai tindakan yang berat sebelah dan tidak mencerminkan peran pemerintah sebagai penengah yang adil.

Keputusan yang Tidak Berimbang

Ketua JAN, Romadhon Jasn, menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mengambil posisi netral dalam menangani konflik internal PMI. Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI memiliki peran strategis yang harus dijalankan secara independen tanpa campur tangan atau pengaruh kepentingan pribadi maupun politik.

“Pengesahan ini seharusnya dilakukan setelah ada mediasi yang melibatkan semua pihak secara transparan. Namun, yang terjadi justru pemerintah terkesan memihak dan mengabaikan aspirasi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh kepemimpinan JK,” kata Romadhon, Jumat (20/12/2024).

Mediasi yang Gagal

Sebelumnya, Menteri Supratman sempat berjanji akan memediasi konflik yang terjadi di PMI. Namun, pengesahan ini menunjukkan bahwa mediasi tersebut tidak berjalan atau hanya sekadar formalitas. JAN menyayangkan langkah ini karena justru memperparah polarisasi di tubuh PMI.

“Mediasi adalah langkah penting untuk menyelesaikan konflik secara adil. Ketika mediasi tidak dilakukan dengan serius, keputusan yang diambil cenderung memihak dan berpotensi memperburuk konflik,” tambah Romadhon.

Tidak Ada Ruang untuk Regenerasi

Salah satu kritik utama terhadap kepengurusan JK adalah tidak adanya proses regenerasi yang jelas. JK telah memimpin PMI selama lebih dari satu dekade, dan kepemimpinannya dinilai kurang progresif dalam merespons tantangan kemanusiaan modern.

“Organisasi kemanusiaan seperti PMI membutuhkan energi baru dan pemikiran segar. Tanpa regenerasi, PMI berisiko kehilangan relevansi dan efektivitasnya. Pemerintah seharusnya mendorong proses ini, bukan justru mengesahkan kepengurusan yang terus-menerus stagnan,” jelas Romadhon.

Dari perspektif hukum, JAN menyoroti bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan organisasi kemanusiaan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Pengesahan tanpa mempertimbangkan konflik internal menunjukkan kelalaian dalam menjalankan peran tersebut.

“Pemerintah seharusnya berperan sebagai fasilitator, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Langkah ini juga melanggar prinsip dasar keadilan yang seharusnya menjadi pegangan utama dalam setiap pengambilan keputusan,” tegas Romadhon.

Rekomendasi Kebijakan

JAN memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperbaiki situasi di PMI:


1. Evaluasi Keputusan Pengesahan
Pemerintah perlu mengevaluasi kembali keputusan ini dengan mempertimbangkan masukan dari semua pihak yang berkepentingan.
2. Dorong Proses Regenerasi
Proses regenerasi harus menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan organisasi dan mengakomodasi kebutuhan zaman.
3. Transparansi dalam Mediasi
Jika mediasi dilakukan, prosesnya harus transparan dan melibatkan semua pihak secara setara.
4. Audit Kinerja PMI
Pemerintah dapat meminta audit independen terhadap kinerja PMI untuk memastikan organisasi ini benar-benar menjalankan misi kemanusiaannya.
5. Keterlibatan Publik
Libatkan masyarakat sipil dalam diskusi mengenai masa depan PMI untuk memastikan bahwa organisasi ini tetap berpihak pada kepentingan publik.

Romadhon menegaskan bahwa kritik ini bukanlah serangan terhadap individu atau pemerintah, melainkan upaya untuk memperbaiki tata kelola organisasi kemanusiaan yang penting seperti PMI. “Kami berharap pemerintah dapat bersikap lebih bijak di masa depan. PMI adalah lembaga strategis yang tidak boleh dijadikan alat kepentingan pribadi atau kelompok,” tutupnya.

Romadhon berharap ada perbaikan dalam pengelolaan PMI sehingga dapat kembali menjalankan misinya sebagai pelayan kemanusiaan yang profesional dan independen. Pemerintah diminta untuk menjadi pihak yang memfasilitasi penyelesaian konflik, bukan justru memperburuk situasi dengan keputusan yang tidak berimbang.

Previous Post

Pertamina di Usia 67: Pilar Utama Indonesia Menuju Swasembada Energi

Next Post

PB SEMMI Majelis Penyelamat Mendesak KPK untuk Segera Menangkap Harun Masiku 

Related Posts

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026
Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Tambang Batu Bara Kalteng
HUKUM

Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Tambang Batu Bara Kalteng

April 24, 2026
Semudah Beli Pulsa: Gebrakan Kakorlantas Polri Jadikan BayarPajak Kendaraan Tanpa Ribet
HUKUM

Semudah Beli Pulsa: Gebrakan Kakorlantas Polri Jadikan BayarPajak Kendaraan Tanpa Ribet

April 24, 2026
KPK Kembali Panggil Khalid Basalamah dalam Korupsi Haji 
HUKUM

KPK Kembali Panggil Khalid Basalamah dalam Korupsi Haji 

April 23, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

TERPOPULER

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved