Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengamat : Tidak perlu ada Lembaga Intelejen baru

by Aulia Rachman Siregar
Juni 7, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Pengamat : Tidak perlu ada Lembaga Intelejen baru

Jakarta, Indonesia visionser-. Recana Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membuat badan intelejen sendiri yang ada di bawah kementeriannya langsung mendapat respon dari pengamat Intelejen Sidratahta Mukhtar.

Sidra mengemukakan, gagasan Kemenhan menunjukkan bahwa peran komunitas intelijen nasional, seperti BIN, Komite intelijen Daerah (Kominda), dua tahun lalu didirikan Kominpus (komite intelijen pusat), BAIS TNI, dan Lembaga Sandi Negara, badan Intelijen Kepolisian serta Badan Intelijen kejaksaan, dinilai gagal mengemban tugas sebagai unsur early warning system yang handal bagi keberlangsungan bangsa Indonesia sebagai negara yang kuat.

“Pertanyaannya, saat Kemenhan merencanakan pembentukan intelijen pertahanan, apakah lembaga-lembaga intelijen yang demikian banyak itu tak berfungsi. Ini perlu akuntabilitas negara dan akuntabilitas publik atas kinerja mereka” ucap mantan peneliti Ahli BNPT ini di Jakarta (7/6/2016)

Sidra menambahkan, Memang dunia intelijen di Indonesia dewasa ini seperti benang kusut. Melaksanakan tugas negara yang amat penting dan strategis tanpa kemampuan untuk saling share data intelijen dan kerjasama yang baik. Kunci sukses peran intelijen adalah kerjasama lintas sektoral.

“Bukan membentuk lembaga intelijen baru, nanti juga akan dibentuk sekolah intelijen. Idealnya, Kemenhan mengumungkan saja sebenarnya sudah salah, mengingat perannya itu kan rahasia, sekolah intelijen perlu diadakan secara rahasia” sambung Ketua program studi ilmu politik Fisipol UKI ini

Kerjasama komunitas intelijen perlu dimaksimalkan dengan mengajak masyarakat utk mendukung dan berikan akses informasi. sehingga Kemenhan tak perlu bentuk intelijen sendiri di daerah, mengingat sudah banyaknya lembaga intelijen yang berada, tinggal diperkuat dan diberdayakan lembaga yang sudah ada. (MR. Vis)

Previous Post

Prasetyo : Kami akan tetap mengajukan PK

Next Post

Polri diminta lebih mengedepankan Pencegahan dan Kontra Radikalisme

Related Posts

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana
Nasional

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana

Agustus 9, 2026
Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI
Nasional

Latihan Gabungan Paskibraka Nasional Dimulai, 8.100 Peserta Siap Tampil di HUT ke-81 RI

Agustus 9, 2026
Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”
Kesehatan

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Agustus 8, 2026
Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan
Nasional

Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan

Agustus 8, 2026
Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan
Nasional

Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan

Agustus 8, 2026
Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”
BUMN

Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”

Agustus 7, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Sudaryono Wajibkan Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana

DPR: 88% Transaksi Judol Pakai QRIS, OJK dan Bank Indonesia Diminta Blokir Sistem

Harga Cabai & Beras Naik Akhir Pekan Ini, Cabai Rawit Merah Nyaris Rp60.000

BGN Identifikasi 950 Dapur MBG Diduga Tak Penuhi Standar Sanitasi, Terancam Ditutup Permanen

Lulusan Vokasi Lebih Cepat Diterima Kerja, Kalahkan Sarjana di Pasar Kerja

TERPOPULER

Sudaryono Wajibkan Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana

DPR: 88% Transaksi Judol Pakai QRIS, OJK dan Bank Indonesia Diminta Blokir Sistem

Harga Cabai & Beras Naik Akhir Pekan Ini, Cabai Rawit Merah Nyaris Rp60.000

BGN Identifikasi 950 Dapur MBG Diduga Tak Penuhi Standar Sanitasi, Terancam Ditutup Permanen

Lulusan Vokasi Lebih Cepat Diterima Kerja, Kalahkan Sarjana di Pasar Kerja

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved