Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Polri diminta lebih mengedepankan Pencegahan dan Kontra Radikalisme

by Aulia Rachman Siregar
Juni 9, 2016
in HUKUM
Reading Time: 1min read
Polri diminta lebih mengedepankan Pencegahan dan Kontra Radikalisme
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Indonesia visionser-. Rancana Polri mengajukan tambahan anggaran Rp 8,9 triliun di RAPBN-P 2016. Sebanyak Rp 1,9 triliun di antaranya adalah untuk pemberantasan terorisme, khususnya penguatan Densus 88. Mendapatkan respon penolakan dari beberapa kalangan. Kali ini datang dari pengamat terorisme Sidratahta Mukhtar.

Mantantan peneliti BNPT ini mengemukakan, Pengajuan 1,9 triliun adalah angka yang cukup fantastik ditengah perubahan orientasi penanggulangan terorisme dari hard power, dimana Densus88AT Polri sebagai instrumen utama, kepada pendekatan soft power yang mengutamakan edukasi, pencegahan dan kontra radikalisme.

“Studi saya memperlihatkan bahwa, penguatan Densus 88, akan juga memperkuat pergerakan, ideologisasi dan rekrutmen jaringan baru terorisme di negeri kita” katanya di ruangan Fakuktas Fisipol UKI Jakarta (9/6/2016)

“Memang saya tak kaget melihat besarnya anggaran DIPA APBN
Untuk Densus 88 Polri”. Besaran anggaran Densus 88 yang disetujui DPR, merupakan konsekuensi dari upaya Densus88 untuk memperkuat Densus 88, baik dari sistem pendidikan dan pelatihan, persenjataan, dan anggaran operasional pendukung. Hal itu disetujui oleh presiden Jokowi.

Penulis buku Polisi di bawah Presiden ini menambahkan, Penguatan Densus 88, dan besaran anggaran Densus 88 yang baru seakan bertentangan dengan semangat masyrakat agar Densus 88 lakukan intropeksi diri terhadap hampir100 orang terduga teroris yang tertembak mati, termasuk Siyono.

“Sebelum anggaran baru digunakan untuk mendukung kinerja dan penguatan Densus 88, pemerintah dan DPR perlu membentuk komite etik atau badan pengawas Densus 88 untuk memastikan peran intelijen dan penindakan Densus tak salah lagi dn tak melanggar HAM” tutup mantan aktivis HMI ini (MR. Vis)

Previous Post

Pengamat : Tidak perlu ada Lembaga Intelejen baru

Next Post

Direktur Bakornas LKMI PB. HMI menawarkan tips Agar Puasa Terasa Ringan

Related Posts

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan
HUKUM

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

April 21, 2026
Polri Bentuk Satgas Penanganan Haji dan Umroh Ilegal
HUKUM

Polri Bentuk Satgas Penanganan Haji dan Umroh Ilegal

April 21, 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 KKB Penembak Ojek di Papua
HUKUM

Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 KKB Penembak Ojek di Papua

April 21, 2026
BNI Akan Kembalikan Dana Hilang Rp28 M Gereja Aek Nabara
BUMN

BNI Akan Kembalikan Dana Hilang Rp28 M Gereja Aek Nabara

April 19, 2026
Apresiasi Langkah Bareskrim Polri Jaga Stabilitas Domestik dari Mafia Asing
HUKUM

Apresiasi Langkah Bareskrim Polri Jaga Stabilitas Domestik dari Mafia Asing

April 19, 2026
JAMMA Apresiasi Respons Cepat Gubernur Pramono Tangani Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta
HUKUM

KMI Apresiasi Langkah Tegas Polri Bongkar Penyelundupan Bawang Ilegal

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved