Visioner.id, Jakarta – Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam FORUM JENEPONTO MENGGUGAT melakukan aksi unjukrasa di Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Pada hari Jumat, (20/03/2019).
Aksi tersebut meminta Kementerian PUPR beratanggung jawab atas banjir bandang yang terjadi di Jeneponto pada tanggal 22 januari 2019 yang diakibatkan hancurnya temporary cofferdam dan primary cofferdam pada proyek pembangunan bendungan Kareloe, Sulsel yang berdampak pada beberapa wilayah di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Demikian disampaikan Koorlap Aksi (Mulyono) yang mengatasnamakan Forum Jeneponto Menggugat.
Kami juga menduga adanya indikasi korupsi pada proyek bendungan Kareloe tersebut termasuk dalam pengerjaan konstruksi bangunan yang tidak sesuai dengan juknis kementerian PUPR. Ujar Mulyono dalam orasinya.
Setelah diterima oleh bagian Informasi Publik, massa aksi melanjutkan aksinya di depan gedung KPK RI.
Kami sudah laporkan balai pompengan Jeneberang ke KPK RI, mendesak KPK RI untuk mengaudit balai pompengan Jeneberang Sulsel sekaitan dengan penggunaan anggaran APBN Murni tahap II pada pengerjaan bendungan kareloe yang menghabiskan anggaran Rp. 657. 864.000.000,-, . Jelas Amrullah Serang selaku penanggung jawab aksi.
Diketahui bahwa kisaran kerugian akibat benjir bandang tersebut mencapai Rp.182.810.174.000,- dengan korban meninggal 15 orang dan satu orang belum ditemukan hingga saat ini. (Tm).






