Visioner.id, Malang – Mahasiswa yang terhimpun dalam satu organisasi Himpunan Mahasiswa Lombok Utara (HIMLU) Malang yang berdiri pada 11 Maret 2012 kini tengah berada di ambang kepakuman, dikabarkan beberapa bulan ini sekretariat Himpunan Mahasiswa Lombok Utara – Malang tidak lagi terlihat melakukan kajian-kajian atau agenda-agenda kegiatan lainnya di sekretsriat.
Menurut Ahamad Gautsul Anam Ketua Umum Lombok Utara Malang iming-iming mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah untuk memperpanjang sekretariat, dan kini mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi Mahasiswa HIMLU-Malang ini mempunyai “Tunggakan Hutang” di pemilik kontrakan yang belum terbayarkan, Mengingat banyaknya putra putri daerah Lombok Utara yang kuliah di luar daerah khususnya di Kota Malang yang memiliki kemauan besar untuk berproses dan mengembangkan organisasi ini. Ungkap Gautsul Anam yang saat dihubungi lewat via-WA pada hari Kamis, (28/03/2019).
Lanjut Ahamd Gautsul Anam, sejatinya jumlah mahasiswa Lombok Utara yang berada di Kota Malang yakni ratusan lebih, artinya para perwakilan putra daerah yang mengenyam pendidikan Kota Malang harusnya diberikan atensi lebih terhadap pihak pemerintah setempat. “Karena kami para mahasiswa juga punya tanggung jawab sosial untuk mengabdikan diri semata-mata untuk kemajuan daerah Lombok Utara yang kita banggakan bersama“. Tambahnya.
“Kami meyakini bahwa Bapak Bupati Lombok Utara pasti akan mendengar aspirasi kami, setidaknya ada gerakan yang cepat dalam mengatasi persoalan ini, karena Bapak Bupati kita adalah sosok pemimpin yang pro terhadap Mahasiswa terkhusus Rakyatnya“. Tegasnya
Besar harapannya kepada pemerintah daerah untuk tegas merespon dan membantu persoalan yang kini dialami oleh para Mahasiswa Lombok Utara di kota Malang. Sekretariat itu wadah untuk berproses dalam mengembangkan potensi diri mahasiswa serta mengkaji setiap potensi-potensi yang ada di daerah Lombok Utara agar ke depannya Lombok Utara mampu menjadi Kota yang dibanggakan.
“Sampai saat ini agenda-agenda yang berdasarkan kepentingan bangsa dan negara masih tetap kami jalankan walaupun tanpa adanya sekretariat, yang terpenting saat ini adalah kita akan tetap istiqomah menanti kepastian dari bapak Bupati yang terhomat dan sama-sama kita cintai.” Ucapnya. (Tm).






