Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dinilai Membela Gerakan Separatisme di Istana Negara, LKPHI Berencana Laporkan Lukas Enembe.

by Visioner Indonesia
September 1, 2019
in Nasional
Reading Time: 2min read
Dinilai Membela Gerakan Separatisme di Istana Negara, LKPHI Berencana Laporkan Lukas Enembe.

JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI) Ismail Marasabessy,S.H, menyikapi kepastian hukum terkait kasus rasisme yang terjadi di surabaya dan malang pada beberapa Pekan lalu.

Menurut ismail, lambatnya penegakan hukum dari aparat kepolisian terkait oknum-oknum pemicu rasisme di surabaya dan malang menunjukkan lemahnya kinerja kepolisian terutama Kapolda Jawa Timur.

“Pelakunya sampai saat ini belum di berikan sanki hukum yang tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ya tentu ini menunjukkan lamahnya kinerja kepolisian terutama Kapolda Jawa timur” Terang Ismail di Jakarta, Minggu, (1/09/2019)

Kendati demikian, Ismail mendesak Kapolri Tito Karnavian memberikan teguran tegas terhadap Kapolda Jawa timur terkait lemahnya penegakan hukum atas insiden rasisme di Surabaya dan Malang.

“Pak Tito Karnavian harus memberikan teguran tegas kepada kapolda Jawa timur (Jatim). Kapolda Jatim menunjukkan lambatnya penegakan hukum terkait masalah rasisme di surabaya dan malang” tegasnya

Selain itu, Ismail juga mengecam keras pernyataan gubernur Papua Lukas Enembe di salah satu TV swasta program Mata Najwa pada 22 Agustus 2019 lalu.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sepantasnya di utarakan gubernur papua Lukas Enembe. Ismail menilai pernyataan tersebut terkesan membela oknum pengibar bendera terlarang Bintang Kejora di Istana Negara Jakarta dan juga Manokwari Papua.

“Pernyataan yang disampaikan gubernur papua Lukas Enembe di salah satu TV swasta program Mata Najwa pada waktu lalu diduga terkesan memberikan pembelaan adanya gerakan separatisme dan pelaku-pelaku pengibar bendera terlarang bintang kejora yang di lakukan masyakarat papua di Istana Merdeka Jakarta pada 28 Agustus lalu dan Manokwari Papua barat” Tukasnya

Olehnya, Ismail mendesak Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) untuk memberikan teguran tegas terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe terkait pernyataannya tersebut.

“Kemendagri harus memberikan teguran tegas, beliau salah satu pelayan rakyat (Gubernur) tidak pantas mengutarakan pernyataan yang menurut kami sangat terkesan membela para oknum pengibar bendera terlarang bintang kejora di depan Istana Negara Jakarta dan beberapa oknum pemicu konflik di Manokwari” Pungkasnya

Selain itu juga Direktur Eksekutif LKPHI meminta Mabes Polri untuk menindaklanjuti pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe, karena diduga juga ikut terlibat dalam aksi sepratis dan anarkis tersebut.

Previous Post

LINTAS AKTIFIS TIMUR MELANESIA SERUKAN JAGA KEUTUHAN NKRI

Next Post

FRK di Jeneponto Kecewa Terhadap Legislator Baru, Legislator Baru Harus Peka Terhadap Masalah BPNT & Keberadaan Warga Asing yang Mengelola Tempat Wisata

Related Posts

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan
Nasional

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Agustus 22, 2026
Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai
Daerah

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Agustus 22, 2026
Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung
Nasional

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Agustus 22, 2026
Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat
Nasional

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

Agustus 22, 2026
Prabowo Perintahkan Jenderal TNI-Polri Turun ke Kalimantan, Karhutla Diberantas Serentak
Nasional

Prabowo Perintahkan Jenderal TNI-Polri Turun ke Kalimantan, Karhutla Diberantas Serentak

Agustus 22, 2026
Pemerintah Siap Bayar Utang Kopdes Rp 240 Triliun Pakai APBN, Dicicil Enam Tahun
Ekonomi

Utang Pemerintah Rp10.300 Triliun: Beban Bunga dan Belanja Produktif Jadi Sorotan

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

KPK Ungkap Jalur Mandiri Jadi Ladang Korupsi: 73 Kursi Unsoed “Dijual”, Tarifnya Rp50-500 Juta

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

TERPOPULER

KPK Ungkap Jalur Mandiri Jadi Ladang Korupsi: 73 Kursi Unsoed “Dijual”, Tarifnya Rp50-500 Juta

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved