
JAKARTA, – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah pejabat Polri, tokoh masyarakat, serta pelaku sektor strategis nasional. Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian peresmian dan penguatan program ketahanan pangan serta layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi nyata para penerima dalam memperkuat pelayanan publik, menjaga stabilitas sosial, serta mendukung agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Dedi Prasetyo dan Irjen Pol (Purn) Sony Sondjaya selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menerima Bintang Jasa Pratama atas peran aktif mereka dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor kesehatan dan ketahanan pangan.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Bintang Jasa Nararya kepada sejumlah pejabat kepolisian, di antaranya Irwasum Polri Komjen Pol Wahyu Widada, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, serta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Hermawan Febrianto. Penghargaan ini diberikan atas pengabdian mereka dalam menjaga keamanan dan pelayanan publik yang berkelanjutan.
Penghargaan Satyalancana Wira Karya turut diberikan kepada puluhan tokoh masyarakat dan pelaku sektor pangan, yang diwakili oleh petambak Haji Zaini Sidi, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat akar rumput.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, menilai penganugerahan ini sebagai sinyal kuat bahwa negara tidak menutup mata terhadap kerja nyata aparat dan masyarakat.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa dedikasi di lapangan mendapat tempat terhormat di mata negara. Ini menjadi motivasi moral bagi seluruh elemen untuk terus bekerja jujur dan profesional dalam melayani rakyat,” ujar Romadhon, Jumat (13/2).
Momentum penghargaan ini juga dinilai sejalan dengan penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas nasional. Kolaborasi antara aparat keamanan, birokrasi, dan pelaku sektor pangan dipandang sebagai fondasi penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pemerintah menegaskan bahwa tanda kehormatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen pembinaan agar budaya kerja berintegritas, transparan, dan berpihak kepada kepentingan publik terus tumbuh di semua lini pemerintahan.
Romadhon Jasn menambahkan bahwa apresiasi negara harus dibarengi dengan pengawasan publik yang konsisten.
“Kami di JAN akan terus mengawal agar penghargaan ini menjadi pemicu peningkatan kinerja, bukan sekadar simbol. Kepercayaan rakyat harus dijaga dengan kerja nyata dan keberanian melayani,” tegasnya.
Sebagai penutup, penganugerahan tanda kehormatan ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun birokrasi dan aparat negara yang berorientasi pada pengabdian, profesionalisme, serta kesejahteraan rakyat. Sinergi antara negara, aparat, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang tangguh, adil, dan berdaulat.





