Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menakar Gatot Nurmantyo Pada Pilpres 2019

by Aulia Rachman Siregar
Oktober 17, 2017
in Artikel
Reading Time: 2min read
Menakar Gatot Nurmantyo Pada Pilpres 2019
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh : Ali Sodikin

Reformasi 1998, sebuah perubahan politik Indonesia yang mengakhiri rezim otoriter. Produk dari era reformasi adalah perubahan posisi politik TNI, dengan pengesahan UU 34 Tahun 2004, militer aktif tidak diizinkan terlibat politik praktis. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya diulang tahun TNI ke 72 5 Oktober 2017. Sesuai dengan amanat Jendral Soedirman tentang jati diri TNI, bahwa politik TNI adalah politik negara.

Presiden Jokowi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) sesuai dengam konstitusi kita. Maka pidato Jokowi merupakan hal yang wajar dalam acara paling besar bagi institusi militer Indonesia tersebut.

Namun dalam perspektif politik, pidato Jokowi tentu bisa ditafsir dan dimaknai dengan beragam. Sebab politik itu serba hadir. Tentu ada sebab akibat, momentum atau fenomena yang sedang terjadi di sekitar kita. Meski Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga dalam sambutannya mengatakan hal yang sama sesuai dengan pidato Presden. Bahwa politik TNI dan loyalitasnya pada negara dan bangsa.

Pada kenyataanya kita akan sulit menarik benang merah yang tegas untuk menempatkan seorang tokoh sekaliber Panglima TNI, apakah aktivitas, pendapat, pemikiran, dan sepak terjangnya tidak berpolitik praktis, tentu akan sangat sulit mengurainya. Setidaknya dengan sikap dan pernyatan-pernyataannya dalam menyingkapi berbagai persoalan bangsa, seorang Gatot Nurmantyo justru makin populer. Dan kita semua tahu, bahwa popularitas seseorang merupakan modal awal yang cukup signifikan untuk terjun dalam dunia politik praktis.

Jenderal yang lahir dan besar dalam kesatuan Kostrad ini juga tidak menampik bahwa kemungkinan dirinya akan terjun dalam dunia politik pasca pensiun dari dinas militernya awal 2018 nanti. Apalagi beberapa partai politik juga sudah mulai menggadang-gadang seorang Gatot Nurmatyo untuk pilres 2019.

Fenomena orang nomor satu di TNI ini memang menjadi pembicaraan yang menarik dalam berbagai ruang dan kesempatan, sebagai salah satu figur yang layak dan pantas untuk bersaing dengan tokoh-tokoh politik yang sudah ada semisalnya Presiden Jokowi sendiri sebagai petahana, hingga Prabowo Subianto yang hingga kini masih diyakini para pendukungnya akan mampu menang dalam pilpres 2019.

Jika pada akhirnya Jenderal Gatot Nurmatyo memutuskan untuk terjun dalam dunia politik Indonesia, tentu kehadirannya akan semakin meramaikan dan perhelatan pilpres 2019 akan semakin semarak. Berbicara tentang peluang seorang Gatot, tentunya masih terlalu dini, bahkan peluang Jokowi atau Prabowo sekalipun masih bisa terus berubah, karena politik adalah ranah yang sangat dinamis.

Namun, dalam sistem politik Indonesia yang sangat liberal ini, perjalanan Jenderal Gatot Nurmantyo untuk maju pada pilpres 2019 juga bukan langkah yang mudah. Karena untuk maju menjadi seorang kandidat presiden, modal awal dukungan suara partai politik akan sangat menentukan. Dan kita tahu, untuk mendapatkan dukungan partai-partai politik selain membutuhkan langkah-langkah politik strategis, juga langkah politik yang logis. Karena politik adalah kepentingan.

Tags: GnPilpres 2019
Previous Post

LPPM Unesa Tingkatkan Daya Saing Toko Ritel Tradisional di Kabupaten Lamongan

Next Post

Tenunan Sarjana (Suatu Tradisi Positif Masyarakat Ternate Alor)

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Artikel

Operasi Besar Polri dan Ricuh Bandung: Mengantisipasi Bola Liar Gerakan Mahasiswa

September 2, 2025
Artikel

BPS jangan bahayakan Ekonomi dengan data yang Unreliable

Agustus 9, 2025
Artikel

KP3 POLRI Dorong Wakapolri Baru Penuhi Kriteria “MAMPU” untuk Transformasi Polri

Juni 16, 2025
AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan
Artikel

AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan

Juli 15, 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved