Mendikdasmen: MBG Dongkrak Kehadiran Siswa, Mirip Jumat Berkah

Jakarta, 1 November 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa di sekolah. Menurutnya, program tersebut memiliki efek sosial yang mirip dengan tradisi “Jumat Berkah”, di mana siswa lebih terdorong untuk datang ke sekolah karena adanya layanan makanan bergizi.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kehadiran siswa bukan hanya ditentukan oleh faktor akademik, tetapi juga oleh iklim sosial di sekolah. Program MBG, kata dia, memberikan daya tarik tersendiri bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga mengurangi angka absensi.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Menurutnya, pemerintah terus memantau dampak program terhadap kehadiran, konsentrasi belajar, dan kesehatan siswa di berbagai daerah.

Efek Sosial di Sekolah

Mendikdasmen menilai bahwa MBG tidak sekadar intervensi gizi, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter dan kebersamaan. Siswa makan bersama di sekolah, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang mendukung proses pembelajaran.

Ia membandingkan fenomena tersebut dengan “Jumat Berkah” yang selama ini dikenal di sejumlah sekolah dan masjid, di mana pembagian makanan menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang. Menurutnya, efek psikologis dan sosial semacam itu turut mendorong siswa lebih disiplin hadir.

Catatan Evaluasi

Meski demikian, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa dampak MBG terhadap kehadiran tidak boleh digeneralisasi secara berlebihan. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, dan masih ada faktor lain yang memengaruhi absensi, seperti kondisi ekonomi keluarga, jarak tempuh, dan akses transportasi.

Ia meminta jajaran dinas pendidikan dan sekolah untuk terus melakukan evaluasi berbasis data. Dengan begitu, kebijakan MBG dapat disempurnakan, baik dari sisi ketepatan sasaran maupun kualitas layanan.

Pengawasan dan Kualitas Pangan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendukung penguatan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi prioritas, agar manfaat program tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk memastikan standar higiene dan sanitasi di setiap dapur penyedia terpenuhi.

Harapan

Abdul Mu’ti berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia menilai dukungan semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan kehadiran dan kualitas pembelajaran siswa.

Jakarta, 1 November 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru