Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sentimen Agama dan Penyerangan Personalia Salah Satu Team Pemenangan Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu, Ini Kata Penggiat Diskusi Lingkar Bersujud, Mn Arifin

by Visioner Indonesia
November 12, 2020
in HUKUM
Reading Time: 2min read
Sentimen Agama dan Penyerangan Personalia Salah Satu Team Pemenangan Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu, Ini Kata Penggiat Diskusi Lingkar Bersujud, Mn Arifin

Mn. Arifin, Pegiat Diskusi Lingkar Bersujud

0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id, Kalsel – Momentum Pilkada 2020 di kabupaten Tanah Bumbu sudah memasuki tahap kampanye masing-masing kandidat yang ikut dalam kontestasi pilkada ini sibuk melakukan aktivitas kampanye ini, segala cara dilakukan untuk mendapatkan legitimasi masyarakat kabupaten tanah bumbu, ada yang menggunakan visi misi/program-program ataupun memberikan barang-barang tertentu untuk daya tawar dirinya dan mencari legitmasi masyarakat. Di tengah keharmonisan masyarakat dalam momentum pilkada ini terdengar narasi yang tidak mengenakan yang terus digaungkan oleh pihak tertentu yang mengikuti kontestasi pilkada ini, yaitu mengenai narasi sentimen agama dan penyerangan identitas personalia/individu yang terus terjadi.  

Begitulah yang dikemukakan oleh Mn. Arifin salah satu penggiat diskusi lingkar bersujud saat diwawancarai pada Senin, (09/11/2020) Pukul 01.30 WIB.

Sinyal-sinyal awal akan munculnya sentimen identitas dan penyerangan terhadap kandidat ke kandidat lain ini muali tercium pertengahan september lalu, yang dimana ditandai dengan beredarnya video  dari salah satu pendukung kandidat yang beredar luas di masyarakat, ditambah lagi dengan beredarluasnya narasi-narasi penyerangan teradap personalia pendukung atau team sukses dari pasangan calon yang mengikuti kontestasi pilkada ini yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon tertentu akhir-akhir ini.

“Jika hal ini terus terjadi dimana sentimen agama dan penyerangan terhadap personalia team pemenangan salah satu calon  dijadikan intsrumen untuk meakumulasi dan mencari legitmasi dimasyarakat, jelas akan menimbulkan dampak yang buruk bagi demokrasi lokal dan morfologi politik daerah sebelum ataupun paska kontestasi politik tahun ini.” Tuturnya. 

Merespon hal ini Penggiat Diskusi Komunitas Lingkar Bersujud (MN arifin) sangat menyangkan praktek dan narasi-narasi seperti ini terus dihadirkan dan bahkan disuguhkan di masyarakat terus-menerus. Seharusnya sentimen identitas dan penyerangan terhadap personalia salah satu team pemenangan tidak perlu dilakukan ditengah kontestasi Pilkada yang sedang berlangsung dikabupaten Tanah Bumbu. Terlebih lagi Kabupaten Tanah Bumbu yang notabene didominasi oleh wialayah Transmigrasi yang dimana beragam suka,ras dan agama datang ke Wialayah ini dan menetap dari dulu hingga sekarang, “Seharusnya Kabupaten Tanah Bumbu bisa menjadi Rumah Yang baik untuk keberagaman atau perbedaan tersebut” sehingga sentimen identitas tidak perlu dinarasikan dalam setiap momentum pilkada ataupun momentum apapun yang sedang dihelat di Kabupaten Tanah Bumbu, tegas MN Arifin.

Dirinya juga mengingatkan, jika sentimen identitas ini terus di narasikan dalam kontestasi pilkada ini saya khawatir akan menimbulkan terjadinya konflik horizontal jika salah satu pasangan yang disusung mengalami kekalahan dalam kontestasi pilkada tahun ini, bukan hanya itu jika praktek dan narasi-narasi seperti ini terus dihadirkan dan bahkan disuguhkan di masyarakat terus-menerus maka akan menimbulkan dampak yang buruk bagi demokrasi lokal dan morfologi politik daerah sebelum ataupun paska kontestasi politik tahun ini dan juga akan memudarkan cita-cita semua elemen untuk menciptakan pilkada yang damai di Kabupaten Tanah Bumbu ini.

Lanjut Mn Arifin, seharusnya semua elemen yang terlibat dalam kontestasi Pilkada tahun ini yang dihelat di Kabupaten Tanah Bumbu harus sama-sama bahu-membahu menjadikan momentum ini sebagai momentum pendidikan politik yang baik kemasyarakat, pendewasaan diri dalam berdemokrasi dan juga sebagai momentum ini dijadikan sebagai momentum adu ide dan gagasan/visi misi setiap calon yang dijadikan instrumen untuk mencari legitimasi dimasyarakat dan memikat masyarakat untuk berpihak dan memilih calon yang kita usung. Sehingga cita-cita semua elemen yang terkiat menjadikan pilkada ini damai bisa tercapai dengan sebagaimana mestinya. Tambahnya. (*).

Previous Post

Karang Taruna Kecamatan Tanete Riaja Kab. Barru Resmi Dilantik

Next Post

TerSTISA Pamekasan Gelar Wisuda ke-I dengan Menerapkan Prokes

Related Posts

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi
HUKUM

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Juli 28, 2026
Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik
HUKUM

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

Juli 28, 2026
Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman
HUKUM

Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman

Juli 28, 2026
Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah
HUKUM

Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah

Juli 28, 2026
Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar
HUKUM

Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar

Juli 28, 2026
Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie
HUKUM

Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie

Juli 28, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Masyarakat Apresiasi Sinergi TNI-Polri, Jakarta Semakin Aman dan Terpercaya

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

TERPOPULER

Masyarakat Apresiasi Sinergi TNI-Polri, Jakarta Semakin Aman dan Terpercaya

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved