
Jakarta – Jaringan Aktivis Nusantara, melalui ketuanya Romadhon Jasn, melontarkan pujian penuh makna kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang berhasil mengembalikan 147 kendaraan curian kepada pemiliknya, termasuk motor anak Ibu Tuti yang memicu tangis haru di Kwitang, Jakarta Pusat. Dalam pernyataan resminya, Selasa (25/3/2025).
“Keadilan itu bukan cuma kata-kata manis yang terpampang di dinding kantor polisi, tapi aksi nyata yang bisa kita lihat dan sentuh. Motor Ibu Tuti yang kembali pada Senin (24/3/2025) adalah bukti bahwa polisi mampu menjadi lentera di tengah kegelapan ketidakpastian rakyat. Ini soal nalar hukum yang hidup, dan saya salut untuk itu,” ujar Romadhon.
Ia menyoroti kisah Ibu Tuti sebagai cermin perjuangan rakyat kecil. “Bayangkan, anak Tuti—seorang pemilah sampah—bekerja dari pagi hingga tengah malam, membayar cicilan motor selama 8 bulan demi sebuah mimpi sederhana. Ketika maling mengambilnya, itu bukan cuma kehilangan benda, tapi harapan. Polisi hadir mengembalikannya, dan itu adalah kemenangan kecil yang patut kita junjung,” tambahnya.
Romadhon juga memuji keberhasilan Operasi Pekat Jaya (7-21 Maret 2025) yang mengungkap 382 kasus, termasuk 93 curanmor, dengan menyita 130 motor dan 17 mobil. “Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa institusi ini bisa bergerak dengan logika dan hati. AKBP Putu Cholis Aryana dan timnya, juga Pak Jacklyn yang membawa kabar baik kepada Ibu Tuti, menunjukkan bahwa polisi bisa jadi penutup luka sekaligus pembuka harapan,” katanya.
“Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya. Mereka membuktikan bahwa hukum tak cuma soal menangkap, tapi juga mengembalikan apa yang hilang kepada rakyat. Tapi jangan berhenti di sini. Kejahatan lahir dari ketimpangan, dan motor yang kembali hanyalah awal. Negara harus melangkah lebih jauh, memastikan anak-anak seperti putra Tuti tak lagi terjebak dalam lingkaran mimpi yang rapuh.”
Romadhon menutup dengan semangat: “Polisi sudah menyalakan api kecil keadilan. Sekarang, mari kita semua—dari Sabang sampai Merauke—menjaga agar api itu tak padam, tapi jadi obor yang menerangi masa depan. Salut untuk langkah ini!”





