Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BIN dan Krisis Deteksi Dini: Negara Jangan Kehilangan Kendali

by Visioner Indonesia
Agustus 29, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read
0
SHARES
128
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,- Gelombang demonstrasi yang meluas beberapa hari terakhir bukan hanya menekan institusi Polri, tetapi juga menyisakan pertanyaan besar terhadap kinerja Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga ini sejatinya merupakan mata dan telinga Presiden dalam membaca situasi nasional. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan tanda tanya: di mana peran deteksi dini intelijen ketika eskalasi massa tumbuh liar?

BIN seharusnya berfungsi sebagai early warning system, sistem peringatan dini yang mampu mengantisipasi potensi gejolak sosial sebelum membesar. Fakta bahwa kerusuhan dan benturan antara aparat dengan demonstran meluas ke berbagai daerah menunjukkan ada kelemahan serius dalam pemetaan aktor dan dinamika lapangan. Publik pun mulai menilai: intelijen kita tertinggal dari arus pergerakan massa.

Kelemahan itu semakin nyata ketika narasi publik berkembang tanpa kendali. Isu “polisi brutal” cepat mendominasi percakapan di ruang digital, sementara negara tertinggal dalam membangun kontra-narasi yang menyeimbangkan persepsi. Bukankah fungsi intelijen juga mencakup operasi non-fisik di ruang opini publik? Jika framing tunggal menguat dan BIN tidak hadir, berarti ada celah komunikasi strategis yang tidak ditutup.

Romadhon Jasn, Direktur Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), menegaskan bahwa gejolak ini seharusnya bisa diredam jika intelijen bekerja maksimal. “Demo yang membesar selalu diawali tanda-tanda kecil. Kalau tanda itu diabaikan, negara akan kewalahan. Ini bukan hanya soal Polri di lapangan, tapi soal gagalnya deteksi dini di level strategis,” ujarnya, Jumat (29/8)

Kelemahan dalam menyajikan informasi strategis kepada Presiden juga menjadi sorotan. Kepala negara membutuhkan laporan tajam, bukan sekadar data normatif. Jika input yang diberikan BIN terlambat atau terlalu lunak, maka kebijakan yang diambil Presiden dan aparat keamanan cenderung reaktif, bukan preventif. Situasi inilah yang kini terlihat: negara sibuk memadamkan api, bukan mencegah percikan.

Romadhon menambahkan, “Kalau intelijen tidak bisa memberi gambaran utuh kepada Presiden, maka Polri akan selalu berada di garis depan dengan risiko besar. Padahal yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan, tapi juga nyawa aparat maupun masyarakat.” Kritik ini sekaligus mengingatkan bahwa intelijen yang lemah akan membuat institusi lain menjadi tumbal.

Dampaknya tidak main-main. Kepercayaan publik terhadap kemampuan negara menjaga stabilitas bisa runtuh. Lebih jauh, kepercayaan Presiden terhadap BIN pun bisa goyah. Isu reshuffle Kepala BIN bisa menguat jika lembaga ini terus dinilai lamban, apalagi bila korban jiwa bertambah akibat kerusuhan.

Namun, kritik ini bukan sekadar menyalahkan. Di tengah situasi sulit, publik berharap BIN segera melakukan pemetaan ulang, mengaktifkan operasi senyap untuk mencegah provokasi, dan berani mengintervensi narasi liar di ruang digital. BIN harus kembali menunjukkan relevansinya sebagai penjaga stabilitas politik, bukan sekadar penonton di pinggir gelanggang.

Presiden Prabowo sendiri sudah menegaskan dalam pidato bela sungkawanya, bahwa setiap langkah negara harus ditegakkan demi keadilan dan ketertiban. Pesan ini juga berlaku bagi intelijen: jangan terlambat membaca situasi, jangan ragu memberi peringatan, dan jangan biarkan negara kehilangan kendali di tangan massa. BIN harus membuktikan dirinya masih menjadi benteng pertama, bukan mata yang tertutup di tengah gejolak.

Previous Post

Dicopotnya Sahroni: Politik Tanpa Etika Hanya Akan Jadi Panggung Dagelan

Next Post

Kecewa, Warga Minta Kades dan Bupati Pamekasan Evaluasi Pelayanan Program Sip Pak Kades di Desa Tlonto Raja Pasean

Related Posts

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi
HUKUM

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Juli 28, 2026
Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik
HUKUM

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

Juli 28, 2026
Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman
HUKUM

Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman

Juli 28, 2026
Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah
HUKUM

Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah

Juli 28, 2026
Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar
HUKUM

Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar

Juli 28, 2026
Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie
HUKUM

Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie

Juli 28, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

TERPOPULER

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved