Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dicopotnya Sahroni: Politik Tanpa Etika Hanya Akan Jadi Panggung Dagelan

by Visioner Indonesia
Agustus 29, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read
0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pencopotan Sahroni dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI oleh partainya bukan sekadar pergantian biasa. Publik melihat ini sebagai sinyal keras bahwa arogansi, sikap “belagu”, dan politik gaya selebritas akhirnya bisa menjadi bumerang. Politik seharusnya ruang pengabdian, bukan arena pamer kuasa.

Sahroni selama ini dikenal vokal, blak-blakan, sekaligus penuh kontroversi. Namun, keberanian yang tidak dibarengi kebijaksanaan kerap berubah menjadi sikap over-acting. Panggung politik lalu menjadi arena personal branding, alih-alih wadah serius mengawal hukum, hak asasi, dan demokrasi.

Apa yang menimpa Sahroni adalah teguran publik: bahwa DPR tidak bisa terus menjadi arena pertunjukan drama. Rakyat sedang menuntut solusi konkret atas mahalnya harga beras, carut marut energi, hingga problem hukum yang tidak pernah beres. Sayangnya, sebagian politisi masih sibuk mengatur kamera dan sorotan panggung.

Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menegaskan pencopotan ini menjadi peringatan bagi semua politisi agar tidak terjebak pada kesombongan politik. “Wakil rakyat seharusnya rendah hati, menjaga marwah lembaga, serta menempatkan kepentingan publik jauh di atas kepentingan personal,” kata Edi, Jumat (29/8) di Jakarta.

Dalam kacamata publik, DPR sudah terlanjur identik dengan citra buruk: penuh skandal, gaduh, dan minim kinerja. Di sinilah sebenarnya peluang bagi politisi muda untuk membalik persepsi. Namun, peluang itu akan lenyap jika yang dipertontonkan hanyalah gaya hidup mewah, ucapan bombastis, atau sikap belagu yang melecehkan nurani rakyat.

KMI mengingatkan, politik tanpa etika hanyalah jalan pintas menuju kehancuran kepercayaan. “Kekuasaan itu bukan panggung selfie. Kekuasaan itu mandat rakyat. Bila mandat dipermainkan, maka hukuman politik bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan,” ujar Edi Homaidi.

Lebih jauh, kasus Sahroni harus dibaca sebagai tanda bahwa partai politik mulai merespons kegelisahan publik. KMI menilai langkah ini positif, sekaligus menjadi warning keras agar politisi lain segera menata diri. Politik yang abai pada kesantunan, apalagi meremehkan rakyat, hanya akan memperpendek umur karier.

Akhirnya, Edi Homaidi dan KMI menegaskan bahwa ke depan, demokrasi Indonesia membutuhkan politisi yang bukan hanya cerdas dan vokal, tetapi juga berkarakter, rendah hati, dan mampu menjaga integritas. “Kalau masih ada yang belagu, jangan salahkan publik ketika menutup pintu kepercayaan,” tegasnya.

KMI menutup dengan seruan: politik adalah jalan mulia bila dijalankan dengan hati. Namun politik akan jadi panggung dagelan bila hanya dijadikan arena kepentingan diri. Pencopotan Sahroni menjadi pengingat, bahwa demokrasi tidak butuh aktor, tapi pemimpin yang berani berpihak pada rakyat.

Previous Post

DPR Joget, Rakyat Menderita: Polri Jadi Korban di Tengah Aksi Anarkis

Next Post

BIN dan Krisis Deteksi Dini: Negara Jangan Kehilangan Kendali

Related Posts

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi
HUKUM

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Juli 28, 2026
Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik
HUKUM

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

Juli 28, 2026
Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman
HUKUM

Polisi Tetapkan 7 Tersangka di 2 Kasus Bentrok Matraman

Juli 28, 2026
Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah
HUKUM

Jaksa Periksa Penyidik Polri di TPPU Febrie Andriansyah

Juli 28, 2026
Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar
HUKUM

Bareskrim Tangkap 8 Polisi Terkait Narkoba: 2 Pengedar

Juli 28, 2026
Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie
HUKUM

Polisi Buka Potensi Ekshumasi Pria Diduga Pegawai Febrie

Juli 28, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

TERPOPULER

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved