Jakarta, 1 September 2026 – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan perombakan besar-besaran di jajarannya. Sebanyak 13 pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dicopot dari jabatannya karena terbukti terlibat dalam praktik judi online (judol).
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen Amran untuk membersihkan kementerian dari praktik-praktik yang merugikan dan mencoreng citra institusi. “Kita bersih-bersih. Saya tidak bisa membangun pertanian ini kalau di dalam kementerian masih ada praktik-praktik seperti ini,” ujar Amran di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Penyisiran Data dan Temuan
Pencopotan 13 pejabat ini merupakan hasil penyisiran data dan laporan yang diterima Kementan. Sebelumnya, Amran juga telah memecat enam pegawai Kementan yang terlibat judol dan melakukan pemotongan gaji bagi yang masih tersisa.
“Saya harus tegas. Ini bukan main-main. Uang negara yang seharusnya untuk membangun pertanian dan kesejahteraan petani, jangan sampai dipakai untuk judol,” tegas Amran.
Dampak dan Komitmen
Pemberantasan judol di Kementan menjadi perhatian serius Amran sejak awal kepemimpinannya. Ia bahkan sempat mengancam akan memecat pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) yang masih kecanduan judi online di lingkungan kementerian. Data menunjukkan bahwa peredaran judi online di Indonesia telah mencapai Rp900 triliun.
“Kita akan terus melakukan pembersihan. Tidak ada kompromi untuk judol,” pungkas Amran.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi pegawai Kementan lainnya dan meningkatkan disiplin serta integritas di lingkungan kementerian. Masyarakat pun menyambut positif langkah tegas Amran dalam membersihkan Kementan dari praktik judol yang merusak moral dan keuangan negara.






